Bandar Lampung (SL)-Pemerintah Provinsi Lampung menepis kabar kebangkrutan serta dugaan kongkalikong antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Bank Lampung. Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di dampingi Ketua DPRD Ningrum Gumai, Wakil Ketua Fauzan Sibron, Ketua OJK Indra Krisna, dalam jumpa pers, di ruang kerja Gubernur, Selasa (21/1).
Didampingi Pimpinan DPRD, Ketua OJK, GUbernur Lampung jelaskan soal Bank Lampung.
Hal itu di sampaikan Gubernur untuk mengklarifikasi tentang pemberitaan di sejumlah media, yang menyebut Bank Lampung bangkrut. “Secara keuangan kondisi Bank Lampung sehat, hanya memang banyak yang harus di benahi. Kondisi perbankkan sehat, hanya aada sebagian tempat yang demam. Jadi secara umum Bank Lampung sehat. Tidak ada namanya kongkalikong dan bangkrut itu. Bank Lampung dalam keadaan sehat,” kata Arinal Djunaidi, didampingi Kadiskominfo Crisna Putra,
Arinal memastikan Bank Lampung akan tetap berdiri tegak dan mensupport pembangunan Pemprov Lampung. Pemda Provinsi Lampung memastikan pihaknya tidak akan menarik saham sebesar 37 persen dari Bank Lampung. “Kita tidak akan menarik saham, karena Bank Lampung sehat. Yang terpenting Bank Lampung bisa mengintropeksi dan berkaca dari permasalahan ini,” tegas Arinal.
Kedepan, Arinal berharap Bank Lampung bisa sejajar dengan Bank Jatim dan Bank Jabar. “Kedepan, saya ingin Bank Lampung sebanding dengan Bank Jabar dan Bank Jatim. Jadi mari kita bekerja lebih baik lagi sesuai fungsi masing-masing,” ungkap dia.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indra Krisna memastikan Bank Lampung tidak bangkrut. Bahkan, dalam kurun waktu 2015-2019 aset bank Lampung bertambah. Jika ditahun 2015 aset Bank Lampung berkisar Rp 5.9 triliun. Ditahun 2019 Desember kemarin mencapai Rp 8 triliun. “Indikator Bank Lampung sehat lainnya memenuhi Car 11 persen. Sementara Car Bank Lampung mencapai 19, 3 persen. Untuk laba juga cukup besar, yakni Rp 130 miliar,” ucap dia.
Ketua DPRD lampung, Mingrum Gumay juga menyampaikan status keuangam Bank Lampung dalam keadaan sehat. Para wakil rakyat ini juga saat ini tengah melakukan pengembangan terhadap Bank milik daerah tersebut lewat kunker ke Bank Jabar. “Hari ini pansus DPRD Lampung ada kunker ke bank Jabar dalam rangka memberi masukan penguatan manajemen keuangan personalia dan lainnya,”jelas dia.
Wakil Ketua DPRD, Fauzan Sibron menyatakan perkembangan pemberitaan beberapa hari ini terkait kondisi Bank Lampung, membuat khawatir seluruh Nasabah Bank Lampung. “Kami DPRD, Gubernur, kepala OJK dan Bank Lampung, meyakinkan kepada seluruh nasabah dan masyarakat Lampung bahwa Bank Lampung dalam keadaan cukup baik dan stabil, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran yang mendalam, terkait Pansus DPRD yang sedang bekerja dalam menindaklanjuti LHP BPK,” kata Fauzan
Fauzan mengajak seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait agar bersabar untuk menunggu hasil dari Panitia Khusus (Pansus). “Marilah kita sama-sama menghormati dan menghargai pansus yang sedang melaksanakan tugas dan fungsinya, yakinlah kami bekerja untuk kepentingan Bank Lampung agar Bank Lampung dapat menjadi Bank yang profesional dan bermafaat bagi masyarakat Lampung,” pintanya. (red).