
Muba (SL)-Lima tahun dianggarkan (2014-2019), miliaran rupiah telah dihabiskan, namun jalan dan tembok penahan tebing Bailangu Kecamatan Sekayu Musi Banyuasin masih jebol dan susah dilalui kendaraan. Masyarakat pun kesal dan mempertanyakan, “Kenapa tembok penahan tebing Bailangu tambah berantakan hingga melebar ke jalan?”
Kondisi itu mendapat perhatian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRANSI) lantaran kondisi bangunan baik penahan tebing maupun telah menghambat laju perekonomian Musi Banyuasin. Jalanan macet, dan sangat berbahaya bagi pengendara.
Diduga, miliar rupiah yang dikucurkan oleh Kementrian PUPR , baik dari Balai Besar Wilayah VIII dan Jalan Nasional V menguap tak digunakan tak semestinya. Padahal dari informasi yang diterima sinarlampung.com, Balai Besar VIII sudah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 100 miliar dan Balai Besar Jalan Nasional V Sumatera Selatan konon menghabiskan anggaran lebih dari Rp 60 miliar.
LSM Gransi juga memprihatinkan, selain Baelangu ada beberapa titik dari Sekayu ke Mangunjaya yang longsor, belum diperbaiki padahal pada tahun anggaran 2018 dan 2019 anggaran yang digelontorkan sangatlah besar. LSM Gransi mengkhawatirkan kondisi tersebut akan memakan korban. Dan demi keselamatan bersama dan mengawasi penggunaan uang negara, Gransi berencana menggelar unjuk rasa secara damai di Kejaksaan Tinggi Sumsel pekan mendatang. (Sudir nk)