Selanjutnya, Jalan ZA Pagar Alam, Jalan Pramuka, Rajabasa, Jalan Hi Sabari, Kelurahan Bumi Kedamaian di RT 04 lingkungan 02, Talang, Telukbetung Selatan, ruas Jalan RA Kartini depan Central Plaza, Jembatan Sungai, Gang Citra, Kelurahan Rajabasa raya. Lalu, Kampung Karawang, Kelurahan Garuntang Jalan Abas Anang, Kelurahan Koala, Panjang Gang Nunyai, Rajabasa, Jalan Ikan Baung, Gang Wakaf, Kupang Teba, Jalan Hi. Sabari RT 14, lingkungan 2, Bumi Kedamaian (beberapa rumah).
Perumahan Blora Persada, Kemiling, Jalan Urip Sumohardjo, perempatan Lampu Merah By Pass, Srengsem, Panjang, depan PT Hanjung, Puskesmas Permata Sukarame, belakang UIN Raden Intan Lampung dan Sepang Jaya. Selain itu BPBD mencatat ada empat rumah rusak, dua di Kelurahan Kedamaian, satu di Teluk Betung Utara dan Panjang,
“Berdasarkan data yang kami catat ada 19 titik lokasi yang digenangi air dan 4 rumah rusak di tiga kecamatan berbeda,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandar Lampung, Sutarno di Bandar Lampung, Minggu (29/12/2019), dilansir Antara.
Sutarno juga mengatakan, pada musibah rumah rusak yang terjadi di Kedamaian terdapat satu korban luka-luka dan empat unit kendaraan bermotor akibat tertimpa bangunan rumah yang roboh. “Jadi ini bukan banjir, tapi genangan, karena kalau banjir itu kan kriterianya hujan 6 jam tanpa henti dan tidak bisa beraktivitas warga dan ketinggian genangan rata-rata 30-60 cm,” katanya.
Sementara, Tati, warga Jalan Yoosudarso mengatakan banjir di wilayah mereka akibat saluran tersumbat. Parit di sepanjang jalan utama itu penuh tanah dan sampah. Sementara di wilayah Jalan Ikan Tembakang, akibat saluran parit yang tersumbat menciut tertutup bangunan warga. “Gotya penuh tanah dan sampah. Ada juga yang parinya nyars tidak ada. Di jalan Ikan Tembakaang itu saluran pati, sementara air tinggi dari atas,” Tati. (ant/red)



