
Bandar Lampung (SL)-Calon pemimpin ke depan harus mampu berdaftasi dengan perkebangan zamn dan teknologi yang berkembang dengan pesat. Karena zaman berjalan begitu cepat, tanpa terasa Indonesia emas 100th kedepan di tahun 2045.
“Jika kamu berumur satu tahun saat, maka kamu bisa merasakan Indonesia emas Pada tahun 2045, dengan ibukota negara di Kota Baru, dengan kendaraan yang berbeda. Teknologi tak lagi makai tenaga manusia,” kata Heri Wardoyo, saat menjadi pembicara pada kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan, Mahasiswa Pemuda Pancasila (Mapancas) Lampung, Jum’at 27 Desember 2019.
Menurut Heri Wardoyo perubahan yang terjadi saat ini menembus perubahan semua ideologi. “Siapa yang mendug nokia begitu cepat hilang di gerus android. Sebentar lgi ada mesin tiga dimensi yang bisa memenuhi kebutuhan makanan yang kit butuhkan, dan sesuai selera, ” katanya di pandu moderator pemimpin redaksi sinarlampung. com Juniardi.
Lalu, dan bagaimana mahasiswa yang masih berdebat soal ucapan selamat, dan sementara Amerika kini membuka pendaftaran untuk 2000 orang untuk brangkat ke Mars. “Jepang dan Cina sudah bisa menghitung jumlah atom, kita masih berdebat soal semelekete. Karena itu kita harus menyiapkn pemimpin pemimpin minimal di lingkungan kita,” katanya.
Semtara DR Sairul Basri, staf ahli sekretariatan Kemenhan Lampung mengatakan tidak semua pemimpin berkesempatan menjadi pemimpin, karen pemimpin lahir tidak serta merta, tapi juga melalui proses tempaat, baik di lingkungn keluarga, dan oragnisasi hingga tempatnya bekerja.
“Pemimpin harus berkarakter, wawasan, dan naluri, didukun jiwa dengan iman. Pemimpin yang baik mampu mengambil keputusan cepat, dan tepat, dan terukur. Pemimpin era saat harus juga membangun komunikasi,” kata Sairul Basri.
Agus Nurhuda, akademisi kampus teknokra mengatakan pemimpin juga harus disiapkan dan dilatih. “Pemimpin kedepan juga harus mempersiapkan karakter, dengan berbagai strtegi, termasuk perangkat menghadapi kemajuan zaman. (jun/red)