
Teluk Wondama (SL)-Tuntut pelayanan dan kinerja baik Pemerintah daerah Kabupaten Teluk Wondama, dan mempertanyakan dana bantun Kampung yang hanya diterima 50 persen, Masyarakat adat menggelar unjukrasa di Kantor Bupati Teluk Wondana. Mereka juga meminta bakal calon Bupati dan Wakil Bupati harus anak Asli Daerah Wondama, sesuai dengan UU OTSUS No. 21 Tahun 2001, Senin 21 Oktober 2019, pukul 11:15 Wit
Hal ini di katakan oleh Ketua LMA Distrik Wondiboi Kabupaten Teluk Wondama, Adrian Worenga, pada saat menyampaian orasi dalam unjukrasa Damai di Depan Gedung Kantor Bupati Teluk Wondama. Dengan membentang spanduk bertulisan “Suara adat masyarakat wondama bersama lima, Masyarakat adat papua memperjuangkan Hak-hak dasar sesuai Undang – undang No : 21 Tahun 2001 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.
Kedatang masa aksi di sambut langsung oleh Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi, Bersama dengan Asisten I Jack Ayemiseba, Asisten II , Kristian Torey dan Asisten III, Hermin Sesaridin. Selanjutnya Ketua Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ) Distrik Wondiboi Teluk Wondama Adrian Worenga, pada saat menyampaikan orasinya meminta kepada Pemda Teluk Wondam, bahwa yang mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Anak-anak asli daerah Wondama bukan dari luar Wondama.
Selain dari itu juga Ketua LMA mempertanyakan Dana OTSUS yang dulunya bantuan tersebut setiap Kampung Wondama terima Rp100 juta, Namun pada kenyaannya masing-masing Kampung hanya terima Rp50 juta, jadi sisanya tidak jelas dikemanakan.
“Dan bantuan rumah sosial rumah bantuan ini setiap dapat berapa karena ada yang dapat juga ada yang tidak dapat rumah dan Sumber Daya Manusia (SDM) karena Masyarakat juga belum ada yang sekolah sampai diluar jadi ini harus diperhatikan,” katanya.
Kemudian Adrian, juga meminta kepada Bupati Wondama, bahwa Pemda Wondama memberikan proyek kepada Anak Asli Daerah Wondama dan juga yang terpenting adalah Pemerintah Teluk Wondama harus menyiapkan Radio atau HP Satelit kepada Tugas Kesehatan yang di tugaskan di Pedalaman.
“Agar bisa dapat berkomunikasi dengan tugas kesehatan di peladaman, karena kematian salah satu tenaga medis yang melaksanakan tugasnya di Kampuang Undurara hingga meninggal dalam melaksanakan, Patra Jauhari dan menjadia kelalean bagi kita semua,” ujarnya.
Lewat Orasi Damai ini Ketua LMA, Distrik Wondiboi, Adrian Worenga, berharap Apusarai Masyarakat di jawab Pemerinta Daerah Teluk Wondama. (Tonci Somanbui)