
Bandar Lampung (SL)-Puluhan warga Kampung Gudang Agen dan Texas terlibat perkelahian antar warga, dan menyulut aksi massa di Jalan Ikan Sepat, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Jumat (31/5/2019) pada pukul 23.00 WIB.

Informasi dilokasi kejadian menyebutkan keributan antar warga Kampung Gudang Agen dan Texas, dipicu tersinggung oleh ucapan salah satu pihak yang mengeluarkan kalimat tidak senonoh kepada satu pihak lainnya. Kemudian, salah satu pihak tidak terima mendapat perlakuan itu dan berujung pada bentrok yang menyebabkan M Reza Pratama mengalami luka.
Seorang anggota kepolisian yang mengetahui informasi tersebut membenarkan kejadian itu. “Benar ada perkelahian antar warga di sana,” kata dia. Namun, belum merinci siapa pihak yang pertama memulai kejadian itu.
Dilangsit lampost para warga yang terbelah oleh jalan di dekat Restoran Seafood Jumbo Kakap sontak keluar, dan diduga sedang bersitegang. Bahkan salah satu pria bernama Saitiri dari Kampung Texas, yang dikenal sebagai preman dan residivis, keluar membawa senjata tajam sambil berteriak, namun dapat ditenangkan oleh aparat kepolisian.
Informasi lain menyebutkan sebelumnya sempat ada perkelahian antara pemuda di dua kampung tersebut. Dari perkelahian tersebut, satu pemuda bernama M. Reza Pratama Lias Erzal (15), mengalami luka berat akibat dipukuli dengan botol dan kursi, hingga dirawat di RS Dadi Tjokrodipo.
Saksi mata yang juga teman korban Maulana Arman (16) mengatakan, kejadian berawal ketika ia dan kawannya Ezar dan beberapa rekannya, sedang nongkrong di warung uduk, di sekitar pertigaan dekat restoran Jumbo Kakap. Kemudian remaja tetangga dari kampung Texas, menurut Arman memprovokasi ia dan rekan-rekannya.
“Saya samperin bersama kawan saya, maksudnya apa, salah satu pemuda itu namanya Ade, emang sudah lama sering manas-manasin kami ngajak berantem,” ujar Arman, yang menggunakan kaos putih, dan sedikit ada bercak darah Sabtu (1/6/2019) dini hari.
Lantas akhirnya terjadi perkelahian antara dua kelompok pemuda tersebut. “Saya pun dipukulin, dan dia rame puluhan, saya sudah jatuh ditolongin sama Ezar, Ezar ini dipukulin pake bangku sampe geletak, kami diinjak-injak dikeroyok, terus mereka kabur, salah satu yang mukul,itu rambutnya gondrong, dikuncir,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, anggota Polsek Telukbetung Selatan, pihak Kodim 0410 KBL, berada di lokasi untuk mendinginkan suasana. Pihaknya pun melakukan penyelidikan untuk mencari para pelaku. “Sudah kita upayakan kondusif, dan mencoba mediasi antarkedua belah pihak, tapi kita utamakan, korban yang dirawat terlebih dahulu,” katanya.
Hingga saat pagi dini hari, Sabtu (1/6) belum ada keterangan resmi dari aparat Polresta Bandar Lampung. Aparat kepolisian masih berjaga dilokasi kejadian. Warga masih berada di lokasi kejadian, untuk berjaga-jaga. Aparat sedang mencoba berkomunikasi dengan kedua belah pihak dan mencari para pemuda yang terlibat perkelahian tersebut. (lps/Red)