Bandar Lampung (SL)-Marak aksi kriminal di Kota Bandar Lampung, Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Wirdo Nefisco tertutup, dan enggan jelaskan kepada publik. Ditanya wartawan yang mencoba wawancara door stop usai gelar apel pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2019 di lapangan Korpri Pemprov Lampung, Selasa (28/5/2019), mantan Dirintel Polda Banten itu menghindar.
“Nanti ya, nanti ya,” ujar Wirdo Nefisco, Selasa (28/5/2019), kepada para wartawan yang melakukan upaya door stop dilakukan karena awak media kesulitan mewawancarai Kapolres baik secara langsung, via telepon maupun lewat pesan. Wirdo langsung langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Lapangan Korpri Pemprov Lampung.
Catatan wartawan beberapa pekan terakhir meninggi di Kota Bandar Lampung, ada pasien RS yang jaga istri harus kehilangan tas dan motornya, Drivel Ojol di begal, jambret, pencurian rumah kosong, dan pencurian motor yang marak, Pembobolan ATM, termasuk mobil Pimred Harianmomentum yang raib di halaman kantornya.
“Sebagai pemimpin tertinggi di Polresta yang merupakan badan publik, harus terbuka. Apalagi awak media dibekali dengan dua undang-undang yakni pers dan keterbukaan informasi. Apalagi kata awak media sampai memblokir nomor WhatsApp wartawan, enggan di wawancarai,” ujarnya, Senin (28/5/2019).
Menurutnya, wartawan merupakan penyambung lidah masyarakat sebagai pemohon informasi, karenanya harus mengakomodir setiap informasi yang dibutuhkan masyarakat maupun wartawan, kendati memang ada beberapa informasi yang dikecualikan. “Seharusnya bisa kasih jawaban ke media, apapun bentuknya. Atau memang kalau bukan kewenangannya bisa nanti disampaikan silahkan ke instansi terkait, apalagi polisi kan punya program kerja, yaitu manajemen media,” katanya. (lp/red)