
Bandar Lampung (SL)-Dewan Pimpinan Pusat Berantas Narkotika Maksiat ( BNM RI ) memiliki cara berbeda untuk mengisi bulan ramadhan. BNM kerap mengisi ramashan dengan diskusi interaktif terhadap anggota dan masyarakat dengan cara berkunjung kerumah rumah kos dan tempat hiburan caffe yang masih saja buka selama ramadhan.
Ketua Umum BNM RI Fauzi Malanda mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kepedulian bertema “Pencegahan Narkoba Tak Kenal waktu”. “Setiap organisasi yang ada di Republik ini harus memberi sumbangsih bagi upaya penyelamatan pelajar dan mahasiswa serta masyarakat dari ancaman Narkoba di Tanah Air yang semakin menjadi jadi yang di dominasi kalangan muda,” kata Fauzi Malanda, Juma’at (24/5)
Karena itu, lanjut Fauzi, BMN RI Mendukung gagasan Badan Narkotika Nasional ( BNN ) yang mengedepankan upaya pencegahan penggunaan narkoba di kalangan remaja. “Apalagi, kegiatan penyuluhan di kemas secara kreatif dan berlangsung secara humanis. Momen bulan suci ini hendaknya dijadikan semangat perlawanan untuk mencegah perluasan pemakaian narkoba,” katanya.
Karena, kata Fauzi, bahwa hari-hari ini narkoba seperti beredar tanpa dapat dibendung, bahkan di kalangan pelajar. Peredaran Narkoba makin menjadi – jadi, terkesan para bandar dan pengedar tak takut akan ancaman hukum, “Ini akibat tidak tegasnya oknum memberi tuntutan dan putusan hukum terhadap pelaku,” katanya.
Untuk itu Ketua Umum BNM RI ini juga meminta kepada Petinggi di Negara ini khusus nya Mahkamah Agung, Menkum Ham dan Jaksa Agung, harus berani memberhentikan oknum yang bermain dengan putusan hukum terkait narkoba.
“Kita tentunya sangat antusias untuk melakukan kampanye anti narkoba dan melakukan penyuluhan, Tapi apakah BNN dan Kepolisian bisa memberi dukungan bila kita melakukan kegiatan kegiatan rutin di masyarakat. Kita juga berharap dukungan para pejabat Pemerintah, BUMN Dan BUMD. Artinya jangan sok tidak peduli, jika yang begitu diberhentikan saja, karena tidak mendukung upaya melawan narkoba di Nusantara ini,” katanya. (red)