
Banten (SL)-Warga Kampung Bolang, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten serang mengeluhkan aroma polusi menyengat dan tidak sedap dari bahan kimia pabrik pembakaran timah. Pabrik home industri itu sepertinya tidak memiliki amdal yang baik dan benar.

Warga Kampung Bolang sejak awal bulan puasa pernah melakukan unjuk rasa ke pabrik home industri itu namun seperti tak di gubrik. Bahkan beberapa waktu lalu sekira jam 23.00.wib pernah ada polisi datang bersama Camat Lebak Wangi.
“Pemilik lahan bernama Ahyadi alias Kobok, dia warga sini juga. Sebenarnya pemiliknya warga Tangerang dan Jawa. Disini hanya tempat pengelolahan saja. Akibatnya kami yang warga sini dapat polusinya aja. Baunya menyengat baunya gimana gitu pak,” kata warga yang tidak mau disebut namanya kepada sinarlampung.com.
Camat Lebak Wangi H Efi, mengatakan bahwa pabrik pembakaran timah itu adalah usaha home industri. Terkait laporan bau menyengat akibat pembakaran timah pihaknya sudah menerima laporan warga. “Kami sudah terima laporan warga. Kasi Trantib dan pihak Polsek Pontang sudah mendatangi. Sejauh ini pabrik kami minta untuk di tutup sampai mereka mengurus ijin terlebih dahulu,” tegas Camat Lebak Wangi pada sinarlampung.com.
Pantauan sinarlampung.com di lokasi pembakaran timah Kampung Bolang itu memang terasa sekali bau menyengat. Pabrik timah yang hanya di kelilingi pagar seng dan gubuk terlihat dengan jelas pembakaran dan asap yang mengepul. (suryadi)