
Bandar Lampung (SL)- Memasuki hari ke 2 bulan suci ramadhan, Lokalisasi Pemandangan (PMD) Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang masih tetap beropersai seperti biasa. Bahkan bisnis lendir itu justru tambah ramai pengunjung dari hari biasa. Padahal, Edaran walikota melarang, dan jika tetap bandel ancaman pencabutan izin operasi. Tapi seperti pemerintah dan instansi terkait seolah olah tutup mata masih beroperasinya lokalisasi Pemandangan, Way Lunik Panjang.
Ironis pemilik cafe dan tempat usaha yang sering di sebut usaha lendir tersebut tidak lagi menghiraukan peraturan yang di edarkan pemerintah walikota bandar Lampung ” selama bulan suci ramadhan agar semua pemilik usaha karoke ,panti pijat dan sejenisnya wajib tutup ,dan sangsi siapun yang melanggar akan di kenakan sangsi pencabutan izin usahanya .
Penyusuran sinarlampung,com, Selasa (7/5) malam, di lokalisasi Pemandangan, hampir disetiap pintu rumah bordil itu tertempel surat edaran dari walikota yang di tempelkan di dinding, dan ruang kafe di wilayah Panjang. Ironisnya ada selebaran lain, yang berisi surat pemberitahuan yang mengijinkan lokalisasi tetap buka. Surat selebaran ijin itu dibuat dari salah satu pengurus di daerah tersebut yang di tanda tangani oleh lurah Way Lunik dengan cap kelurahan, dan ditembuskan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Daripengakuan salah satu wanita pekerja sexs komersial (PSK) di Lokalisasi Pemandangan, bahwa pemilik rumah cafe, atau penyedia tempat yang masih beroperasi itu memberikan upeti dan pajak setoran ke pengurus atau panitia kordinasi, untuk di setorkan ke beberapa instansi, agar mereka dapat berkerja seperti biasa, “Kita boleh kerja seperti biasa asal jangan membunyikan musik terlalu keras dan berpakaian rapih, tidak seronok. Kalo ada tamu yang langsung nego di dalam jangan di luar. Musik juga boleh bunyi setelah tarawih,” katanya.
Terkait larang Walikota, mereka menyatakan bahwa jika terjaring rajia. Sementara jika ada razia mereka sudah tahu sebelumnya. “Kalo ada razia besar ya pasti sudah di kasih tau mas ya kita masuk kedalam rumah. Kalo gak ada razia sibiasanya ada yang mantau aja dari oknum setempat. Rajia itu hanya ya minta setoran aja, sudah itu jalan lagi. Makanya di sini aman aman aja, orang kita sudah kordinasi semua,” katanya. (Afta)