
Jakarta (SL)-Relawan Padi Medika telah melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta (2/05). Kelompok yang bergerak diwilayah kesehatan ini telah *menyoroti kematian kurang lebih 300-an penyelenggara pemilihan umum.
dr. Prihandono, Ketua Umum Padi Medika, mengucapkan terimakasih kepada Bawaslu yang telah mengibarkan bendera turut berduka cita secara nasional. “Tapi mohon maaf bapak-bapak Bawaslu,” kata Andri sapaan akrab dr. Prihandono, “Tidak cukup dengan bendera dan do’a yang ada,” katanya.
Tapi perlu penjelasan yang konkrit, apa penyebab kematian saudara-saudara kita baik dari Polri maupun relawan-relawan kita dari 02, Allahu Akbar. Kami dari tim kesehatan tidak menerima mengatakan kau meninggal disebabkan karena kelelahan,” ucapnya.
Andri melanjutkan bahwa tidak ada dalam sejarah kesehatan mengatakan orang meninggal karena kelelahan. “Kami minta, lanjutnya, saudara-saudara sekalian yang bertanggungjawab terhadap kematian rekan-rekan kita,” ujarnya.
“Mungkin ada saudara-saudara kita yang hadir disini yang turut berduka cita terhadap kematian saudara-saudaranya, tapi coba rasakan apabila yang meninggal itu adalah ayah kita, ibu kita, saudara kita, apa yang akan kita lakukan saat ini. Mungkin kita tidak diam saja, tidak diam *kita mencari keadilan* saudara kita yang dikubur disana, apa penyebab kematiannya?.”
“Tidak ada saudara-saudaraku sekalian. Saudara-saudara Bawaslu yang kami hormati, mohon carilah siapa yang paling bertanggungjawab terhadap kematian ini, siapa yang paling bertanggungjawab terhadap kematian saudara-saudara kita, Alllahu Akbar,” imbuhnya.
Ia menambahkan mungkin kita perlu mengorek lubang 300 jenasah yang sudah dikuburkan tapi mungkin ada beberapa jenasah yang bisa kita identifikasi yaitu dengan *menegakkan forensik di kedokteran. Dari situlah, menurutnya, kita bisa menegakkan penyebab kematian saudara-saudara kita yang tidak sia-sia jadinya, akan *menjadi sejarah dalam tombak hidup kita ini*, bangsa Indonesia melakukan demokrasi dengan mengorbankan jiwa begitu banyak.
“Insya Allah do’a kita diijabah Allah Swt, ya Allah ya Rabb bukakanlah pintu hati pada saudara-saudara kita yang paling bertanggungjawab, Allah pasti tahu siapa yang paling bertanggungjawab, keluarlah saudaraku ya Allah, keluar tegakkan kebenaran, tegakkan kebenaran,” ungkapnya.
“Saya sekali lagi memohon dengan hormat kepada saudara-saudaraku baik petugas Polri, TNI, dan lain-lain yang ikut berjuang bersama-sama rakyat, *tegakkan kebenaran demi tenangnya arwah pahlawan kita yang ada di alam kubur sana lebih dari 300,” lanjutnya. (srn/red)