Bandar Lampung (SL)-Caleg PDIP Dapil 4 Nomor urut Enam, Dahlan Anwar, melakukan protes terhadap rekannya, karena mencuri suara miliknya. Suaranya yang diklaim, mayoritas di TPS, raib di kanibal oleh rekannya inkamben bernama Sri Ningsih, dan melibatkan PPK, dan melibatkan pengaruh Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi, yang juga ketua PDIP Kota Bandar Lampung.
Dahlan memastikan “maling suara” internal caleg di PDIP Kota Bandar Lampung, dilakukan rivalnya, di dapil 4 nomor 2 bernama Sri Ningsih melibatkan PPK, dan diketahui oleh para PPS, yang mengambil suara nomor urut 6 bernama Dahlan Anwar. “Saya marah karena suara saya hilang. Suara saya hilang diambil teman saya Sri Ningsih. Ada saksi PPS, suara saya dipindah ke Partai, lalu dipindah ke suara Sri Ningsih,” kata Dahlan kepada wartawan.
Maling suara antar calon anggota legislatif di internal partai politik dalam pemilihan umum 2019 sepertinya bukan ecak-ecak karena ternyata terbukti benar. Ini bukan cerita khayalan tapi terjadi di Kota Bandar Lampung di daerah pemilihan 4 Kota Bandar Lampung. “Saya ngomong ada bukti, mereka mencuri suara. Saya sudah lapor ke Pusat. Indikasi Sri Ningsih ada kedekatan dengan pengurus PDIP Kota,” katanya.
Teman Sesama caleg Partai moncong putih alias PDIP yakni Dahlan Anwar calon anggota DPRD bandarlampung nomor urut 6 daerah pemilihan 4 bandarlampung menuduh temanya yang juga caleg didapilnya nomor urut 2 Sriningsih Jamsari merampok suara sebanyak 400 suara, itu sangat kejam.
“Suara saya di Sukarame 400 suara, hilang pindah ke Sriningsih, ada buktinya, PPS yang buktinya suara saya diambil PPK, pindahin kepada Sriningsih, yang bermain itu oknum DPC PDIP Kota. Kebetulan oknum DPC Kota salahsatunya Sriningsih,” ceritanya kepada wartawan datapost.
Dahlan juga tidak puas dan terus membongkar kecurangan yang terjadi pada hari pencoblosan 17 April itu, yaitu banyak suaranya di TPS-TPS hilang, seperti di Perumahaan Sukarame Baru, Perumahaan Arum Lestari, Permata Biru yang suaranya dimaling hilang. “Dimana –mana suara saya hilang jadi nol, kalau suara saya mebludak di Perumahan Arum lestari, Sukarame Asri, dan Permata Biru, ternyata jadi nol, gak tahunya pindah jadi suara partai, dari suara partai itu dipindahin ke Sriningsih saya ada bukti makanya saya berani, saya gak takut,” katanya.
Dahlan pun bercerita dengan berapi-api, jika ia akan menuntut dan melaporkan kecurangan itu kepada Bawaslu, Kepolisan dan PDIP pusat. “Saya akan tuntut tunjukan benar itu benar yang salah itu salah.Saya akan lapor bawaslu, dan saya sudah lapor DPP dan DPD PDIP. Saya gak main-main ini kejahatan, Sriningsih bisa dipenjara,” ungkap Dahlan tegas.
Terkait protes Dahlan Anwar, Sri Ningsih justru melaporkannya dirinya ke Polresta Bandarlampung dengan tuduhan pencemaran nama baik/penghinaan, dengan nomor laporan LP/B-1/1520/IV/2019/LPG/SPKT/Restabalam tanggal 24 April 2019. “Saya dilaporin Sri Ningsih ke Polisi, katanya penghinaan, makanya saya akan lawan. Saya juga ada bukti kalau Sri Ningsih mengambil suara saya,” kata Dahlan.
Dahlan berjanji akan membuka semua kecurangan dan mengancam buka-bukaan soal kecurangan dalam pileg di dapil 4 Bandar Lampung. “Saya janji akan bongkar semuanya. Saya ada Bukti,” katanya. Dahlan juga segera melaporkan Sri Ningsih ke Bawaslu dan Polresta Bandar Lampung, dengan tuduhan dugaan penggelembungan suara di dapilnya.
Sri Ningsih anggota dewan DPRD kota yang masih duduk yang dihubungi untuk meminta konfirmasi soal tuduhan itu, hapenya gak dijawab (no respond) . Ketua DPRD Kota Bandar Lampun, Wiyadi, yang dihubungi via phone dan whatshapp juga belum merespon. (Red)



