
Bandar Lampung (SL)-Mahasiswi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Pendidikan Guru (PG) Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Universitas Lampung (Unila), Latfi Fathul Ngatipah (21), mahasiswi asal Lampung Barat, tewas terjatuh dari lantai gedung FKIP, saat mengikuti acara HMJ, Sabtu (27/4) pagi sekira pukul 08.00 wib.

Korban terjatuh saat ingin menghadiri seminar pendidikan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan (HIMAJIP). Informasi yang dihimpun menyebutkan di pojok ruangan lantai II ada pintu keluar yang lantainya langsung menghadap ke arah jalan. Di dekat pintu itu, terdapat lubang dan dari lubang itulah korban jatuh. Dekan FKIP Unila
Korban sempat dibawa ke rumah sakit tapi meninggal dunia dalam perjalanan dan langsung dibawa pihak fakultas ke rumah duka di Kabupaten Lampung Barat.
Tim inafis Polresta Bandarlampung bersama Polsek Kedaton yang tiba dilokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terjatuhnya Lingizzatil Lhatifatul Ngafifah.

Mahasiswi pendidikan guru usia dini semester akhir itu diketahui hendak mengikuti acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan. Dari olah TKP korban di duga jatuh dari lubang yang ada di lantai dua gedung tersebut.
Dekan FKIP Patuan Raja mengatakan, dirinya mengetahui kejadian tersebut dari salah satu dosen yang menghubunginya. “Korban sempat di bawa kerumah sakit namun tidak tertolong dan langsung dibawa ke rumah duka di Kabupaten Lampung Barat usai dilakukan pemeriksaan dirumah sakit namun pihak Dekanat akan segera memeriksa rekan-rekan korban usai mengantar korban ke rumah duka,” kata Patuan.
Sementara pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan dilokasi kejadian serta keterangan beberapa saksi terkait penyebab terjatuhnya korban.
Sementara pejabat Universitas Lampung (Unila) dari Rektor Prof Mad Akin, Pembantu Rektor II, Prof Kamal dan juga mantan Wakil Dekan 2, Bukhori yang menangani proyek pembangunan gedung tersebut bungkam seribu bahasa.
Bujang Rachman, Wakil Rektor 1 yang mau memberi komentar meski dengan alasan bukan kewenangannya dan dirinya (Bujang Rahman-red) menyatakan hal tersebut menjadi tanggungjawab Wakol rektor 2.
Bujang Rahman merupakan Dekan FKIP pada saat proyek pembangunan gedung tersebut dilakukan. “Saya bukan dekan lagi. Sekarang dekannya Pak Fuad,”kilah bujang sambil menyudahi komunikasi dengan refdaksi dengan alasan sedang mengikuti kegiatan.
Seperti diketahui, sejak awal pembangunan gedung FKIP memang menjadi polemik. Selain proses lelangnya terkesan tertutup kala itu, pengerjaannya pun banyak yang tidak sesuai. “Ini salah satu contohnya,” ujar salah seorang pegawai di Unila saat ditemui disekitar tempat kejadian siang tadi (27/4). ”Korban sudah dibawa ke rumah duka. Kalau tidak salah di Lampung Barat,” katanya. (red)