
Bandar Lampung (SL)-Andi Gunawan (32), alias Wawan Gandol, pria yang tewas dengan enam luka tembak, di tangan Tim Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Lampung, dalam penangkapan di Hotel Sriwijaya, Bandar Jaya, Lampung Tengah,Minggu malam,19 Maret 2019, pukul 23.30 lalu. Wawan, ternyawa seorang sopir truk, warga Jalan Yossudarso, Bumi Waras, Bandar Lampung. Dia dimakamkan pihak keluarga, di TPU Kunyit, Jumat (22/3).
Isak tangis tiga putra putrinya mengiringi kepergian ayahnya, yang baru beberapa bulan menduda itu. Dia yang selama ini bekerja di sebuah Gudang Ekspedisi, memilih berhenti bekerja sejak bercerai dengan istrinya.
Pihak keluarga hanya dapat kabar bahwa dia tertangkap polisi kasus narkoba, jadi tidak tahu jika dia yang tewas, dengan enam lubang bekas tembakan. “Kami hanya dapat berita di media. Karena kabar tertangkap kasus narkoba. ya nama tertangkap ya mau apa lagi, dia salah. Tapi ternyata dia mati,” kata kerabat wawan, dilokasi pemakaman.
Sementara kerabat dan para tetangga Wawan juga kaget. Mereka tidak menyangka jika Wawan terlibat Narkoba. “Setahu kami dia itu sopir truk besar. Kerjanya baik, bahkan menjadi kepercayaan ditempatnya kerja. Sejak cerai dia tidak kerja disana. Dan setahu kami dia tidak pernah terlibat atau main main narkoba. Dia itu bersih setahu kami,” kata salah seorang tetangga Andi Gunawan.

Irwas BNN RI
Inspektorat BNN RI, di pimpin Kombes Pol Joko Widodo, turun ke BNNP Lampung, dalam rangka melakukan evaluasi terhadap SOP pencegahan, dan penindakan penyalahgunaan narkoba, dan kinerja yang di lakukan BNNP Lampung.
“Saya datang ke Lampung lantaran mendapatkan tugas dari pimpinan pusat untuk melakukan evaluasi dari kinerja BNNP Lampung dan melihat SOP yang dijalankan. Saya nilai sudah baik hanya saja masih ada kekurangan,” ujar Joko kepada wartawan, saat menghadiri ekspos penangkapan pengedar narkoba di Kantor BNN Lampung, Kamis (21/03/2019) kemarin.
Joko mengeluhkan kurangnya personel yang ada di BNN Provinsi Lampung terutama yang bertugas di jalur laut. “Lampung ini seharusnya harus ada intrediksi di perbatasan karena hampir seluruhnya masuk lewat jalur laut. Jadi personel harus ditambah, karena kekurangan personel ini tidak bisa berjaga terus menerus di pelabuhan, yang rata-rata dapat masuk dengan mudah,” jelas dia.
Dua Orang Ditembak Mati
Sebelumnya Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Lampung menembak mati salah seorang pengedar narkoba dan menembak tiga tersangka lainnya, pada penggerebekan terhadap para tersangka kasus narkotika jenis sabu-sabu di Hotel Sriwijaya, Bandarjaya, Lampung Tengah, Minggu malam,19 Maret 2019, pukul 23.30 WIB. Petugas mengamnkan dua bungkus berisi kristal putih diduga sabu seberat 1,5 kilo gram.
Tersangka tewas diketahui bernama Andi Gunawan. Petugas menyebutkan Andi Gunawan tewas karena kehabisan darah dalam perjalanan ke rumah sakit. Sementara tiga tersangka lainnya pembawa barang yakni Zulkifli als Peli, Zulkarnain, dan Rahif Marliy, ketiganya warga Pekanbaru, Riau juga luka tembak.
Selain barang bukti Sabu, Tim BNNP Lampung juga mengamankan dua unit mobil jenis Toyota Avanza warna merah maroon, dan Daihatsu abu-abu gelap, serta tujuh unit handphone berbagai merk. Tiga tersangka dan barang bukti kini diamanakn di kantor BNNP Lampung, untuk proses lebih lanjut.
Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga, pada Sabtu (16/3/2019), Tim Pemberantasan BNNP Lampung mendapat informasi dugaan peredaran gelap narkotika di Bandar Lampung. “Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap beberapa target dan penginapan di Bandar Lampung,” kata Tagam, di Bandar Lampung, Kamis (21/3/2019).
Tim mendapat informasi pembawa barang berada di Hotel Sriwijaya, Bandarjaya dan menunggu bertemu orang untuk menyerahkan barang tersebut, pada Minggu (17/3/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Sekitar pukul 23.30 WIB, Tim melihat Daihatsu Ayla berhenti dan menerima bungkusan hitam.
Tim bergerak menangkap, namun para pelaku termasuk pengendara Ayla mencoba kabur sehingga petugas menembak para tersangka. Menurut Ka BNNP, satu tersangka yakni Andi Gunawan meninggal dunia karena kehabisan darah dalam perjalanan ke rumah sakit. Tiga tersangka pembawa barang yakni Zulkifli als Peli, Zulkarnain, dan Rahif Marliy, juga mencoba kabur.
Tak ingin kehilangan buruan, petugas menembak kaki para. Ketiganya roboh diterjang timah panas dengan luka tembak. “Tersangka WA memang sudah lama menjadi target kami,”kata Tagam Sinaga, saat ekspos kasus, di Kantor BNN Lampung, Kamis, 21 Maret 2019.
Saat itu juga tim melakukan penangkapan. Saat akan ditangkap pelaku kabur dengan mobilnya. Setelah memberikan tembakan peringatan, petugas kemudian menembak pelaku yang terus kabur dengan mobilnya. “Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai WA menabrak jembatan, oleng, lalu masuk ke parit. Petugas kemudian mengeluarkan WA dari mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat. WA meninggal karena kehabisan darah,” katanya.
Menurut Brigjen Tagam Sinaga, para tersangka kini ditahan dan akan dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 junto 114 ayat 2 junto Pasal 131 ayat 1 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.
Satu Tewas di Kota Sepang
Tim Brantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung dikabarkan menggagalkan penyelundupan lima kilogram sabu-sabu, diwilayah Kota Sepang, Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (27/2) dinihari sekitar pukul 04.30 WIB. Satu orang tersangka tewas, dan satu kritis dari lima tersangka yang ditangkap.
Informasi yang dihimpun wartawan, satu dari dua pelaku ditembak dan meninggal dunia saat akan dilakukan penangkapan di sebuah rumah yang terletak di Kota Sepang, Way Halim, Bandarlampung. “Ya, benar memang tadi (Rabu, red) dinihari kami berhasil menindak tegas dua pelaku. Satu pelaku tewas dan kami amankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram,” kata sumber dilangsir radarlampung.co.id, yang enggan disebutkan namannya.
Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP Lampung Richard PL Tobing membenarkan atas penggagalan pengiriman lima kilogram sabu-sabu tersebut. “Benar ada penggagalan pengiriman narkotika, ada lima kilogram. Satu kita tindak tegas karena melawan dan satu sekarat,” jelasnya.
Saat ini BNN Lampung masih melakukan pengembangan. Satu tersangka luka tembak di kaki masih menjalani pemeriksaan di BNN Lampung. Sementara tersangka tewas masih di RS Bhayangkara Polda Lampung. “Ya masih kita dalami dulu,” katanya. (Jun)