
Medan (SL)-Seorang pengunjung tempat hiburan malam, D’Blues yang berada di Komplek Millenium Plaza, Jalan Kapten Muslim, Medan, tewas dalam perjalanan menuju ke RS Bunda Thamrin, Medan, Kamis pagi (07/03). Informasinya, warga Tapanuli Selatan itu tewas akibat over dosis mabuk minuma keras dan menelan tiga butir Pil Extasi merk RG.
Informasi dilokasi kejadian dilangsir media online medan menyebutkan F, sempat kejak kejang sesaat setelah menaln tiga butir pil ekstasy. F datang ke D’Blues sudah dalam keadaan mabuk, F datang bersama temannya C yang disinyalir merupakan bandar narkoba. F, datang karena undangan temannya yang sedang party didalam KTV Room 9B.
Meski sudah dalam keadaan mabuk, F melanjutkan mabuknya sambil mendengarkan dentuman musik D’Blues didalam ruangan karaoke tersebut. Merasa kurang lalu F pun menengak minuman keras yang yang berada didalam ruangan tersebut. “F datang bersama temannya si C, yang merupakan bandar. Mereka diundang datang ke dalam sama teman-temannya yang sedang party. Saat didalam ruangan, F kurang puas mabuk lalu F menelan 3 butir Pil Extasi merk RG. Saat itu dia langsung kejang-kejang,” kata salah seorang pengunjung D’Blues yang enggan namanya disebutkan.
Tiba-tiba, F kejang-kejang saat berada didalam ruangan KTV Room 9B tersebut. Oleh teman-temannya, F pun langsung dilarikan ke RS Bunda Thamrin. Namun, nyawa F tidak dapat terselamatkan dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Kapolsek Medan Helvetia, Kompl Hj Trilla Murni yang dihubungi via telepon selulernya tak menjawab. Saat dikirim pesan singkat via SMS dan WhatsApp, juga tak membalas.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SH SIK mengatakan, kasusnya ditangani Polrestabes Medan dan Polsek Medan Helvetia. “Untuk lebih lanjut, tanyakan sama Polrestabes Medan saja ya,” jawab Tatan Dirsan
Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudi Rifani SH SIK yang dihubungi via telepon selulernya mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan. “Sedang kita periksa dan kita sedang berkoordinasi dengan pihak keluarganya untuk dilakukan autopsi,” katanya. (net)