
Pringsewu (SL)-Dalam meningkatkan kualitas dosen, khususnya proses pembelajaran STIKES Muhammadiyah mengadakan pelatihan Metode Pembelajaran Student Center Learning selama 2 hari 24-25 Jumadil Tsani 1440 H bertepatan tanggal 1-2 Maret 2019.
Adapun peserta pelatihan adalah dosen D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan S1 Ilmu Keperawatan sebanyak 32 dosen, pelatihan di adakan di Aula Graha Ahmad Dahlan, Selasa, (5/3/2019).
Ketua panitia Ns. Rani Ardina, menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah upaya stikes dalam meningkat kualitas dosen dalam proses pembelajaran serta memotivasi dosen untuk menyiapkan perkuliahan dengan sungguh sungguh.
Selanjut kegiatan ini juga memperlihatkan komitmen prodi prodi yang ada dalam memberikan yang terbaik untuk mahasiswa, “Agar terlahir mahasiswa yang berkualitas secara kognitif saja melainkan kualitas afektif serta psokomotorik. Dan kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melahirka dosen yang profesional dalam mendidik mahasiswa,” ucapnya.
Pemateri Dr. Titin Huriah dari UMY menyampaikan tentang konsep SCL, Metode Problem Based Learning, Penyusunan skenario PBL, Tutor Guide, Assesment dalam PBL, Metode Kooperatif Learning, Metode Team Based Learning. Yang disampaikan dengan metode ceramah dan praktik, “Bahwa pelatihan ini menjadi proses yang harus diikuti setiap dosn sehingga dosen akan dengan mudah menyampaikan materi dengan metode bervariasi, sehingga mahasiswa dan dosen tidak bosan serta jenuh dengan proses perkuliahan,” kata Titin.
Sementara itu Ketua STIKes Muhammadiyah Pringsewu Ns. Arena Lestari, M.Kep. menyampaikan dalam sambutan nya bahwa kegiatan pelatihan SCL adalah usaha kampus dalam meningkatkan kemampuan dosen dalam mengelola kelas perkuliah sehingga kuliah menjadi menyenangkan, menggembirakan dan mencerdaskan bukan saja materinya tetapi proses perkuliahan itu sendiri.
“Sesungguhnya dosen sudah menggunakan metode metode dalam proses mengajar tapi sebaiknya metode yang di sajikan pas dengan materi yang di sampaikan,” ujarnya.
Salah satu perserta Hasbullah (Dosen AIK), menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dosen dalam melahirkan perkuliahan yang menyenangkan dan menggembirakan. “Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada kita dalam menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang akan di sampaikan,” tutupnya. (Wagiman)