
Bandar Lampung (SL)-Badan Anti Narkotika dan Maksiat (BNM) Republik Indonesia mengapresiasi Jajaran kepolisian Polda Lampung, awal tahun 2019, dengan berhasil menggagalkan predaran narkoba dengan jumlah yang hampir 20 Kg sabu sabu dan ribuan pil ekstasi. Ini sebuah prestasi dan langkah maju untuk pemberantasan narkoba di Lampung. BNM berharaap kasus diungkap, dan menangkap bandar dan backingnya.
Ketua BNM RI Fauzi Molanda mengatakan Narkoba terus menebar ancaman. Berbagai kalangan terjerat.Dari aryis, pejabat, hingga aparat, bahkan anak anak. Narkoba bisa merengut kelangsungan hidup siapa saja. “Dan sejauh ini, aparat hukum telah bekerja keras mengungkap berbagai kasus penyalahgunaan Narkoba. Kita bagian dari masyarakat yang peduli untuk pemberantasan narkonba dan maksiat,” kata Fauzi Molanda.
Menurut Fauzi, terbaru diamankan 10 kg sabu dalam sebuah mobil Alfard di wilayah Lampung Selatan. Ditnarkoba Polda Lampung pekan lalu juga menangkap 3,5 kg, da hari ini BNN Lampung menggagalkan 5 kg sabu, dan menembak mati satu tersangka yang melawan petugas. Termasuk beberapa jajaran Polres Lampung Utara yang menggalkan predaran 1 kg lebih sabu sabu.
“Sejauh ini kerja Polda Lampung, BNN dan jajaran dapat diacungi jempol, pelaksanaan Pencegahan,Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba benar-benar direalisasikan secara komperhensif di semua bidang,” kata Fauzi Molanda.
Kata dia, BNN menjalankan tugas dan fungsi masing-masing secara bertanggungjawab. “Kita dukung Derektorat Narkoba, BNN yang berjuang mati-matian agar slogan Lampung dan Indonesia Bebas Narkoba,” katanya.
Peran narkoba sangat besar dalam merusak masa depan bangsaa, terutama generasi muda. “Narkoba bom waktu yang cepat atau lambat bisa menghancurkan masa depan generasi muda khususnya para pengguna, jika tidak dijinakkan bahkan dibasmi sesegera mungkin,” ujar Caleg Partai Garuda ini.
Sebagai masyarakat yang tergabung di BNM, tahu betul dampak bahanya Narkoba, kata dia seorang pengguna narkoba mengawalinya dengan tahap coba-coba, hingga akhirnya tiba pada fase addict atau ketergantungan. “Pada saat inilah,seorang pecandu,sangat sulit untuk melepaskan diri dair barang haram tersebut,” katanya.
Dampaknya buruknya, walaupun pecandu tersebut memiliki niat yang sangat tinggi untuk berhenti dari narkoba, tapi zat addict dalam narkoba telah meracuni otak, sehingga otak akan selalu memerintahkan tubuh untuk mencari dan menggunakan narkoba, “Kalau tidak pecandu akan tiba pada fase zakau yang bisa berujung pada kematian,” katanya.
Untuk zaman sekarang ini, Narkoba sangat mudah menjerat,karena jangkauan narkoba tidak lagi terbatas pada orang berduit tetapi telah merajalela ke semua kalangan. Hal yang paling ampuh untuk menghidar dari narkoba adalah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, “Tidak ada satupun agama yang menghalalkan penyalahgunaan narkoba. semakin kita dekat dgn Tuhan,semakin kuat iman kita ,maka akan semakin kuat membentengi diri kita dr kejahatan narkoba. Dengan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan,” katanya.
Selain itu, pemberantasan Narkoba tentu tak harus mengandalkan aparat penegak hukum untuk memberantas pengedar dan menindak pengguna barang haram itu, peran pemerintah dan masyarakat perlu terus galakkan untuk memerangi kejahatan yang masuk kategori luar biasa itu. Bahkan, kata Fauzi, sapaan akrabnya, memerangi narkoba bisa dimulai dalam lingkup kecil seperti keluarga “Perhatian orang tua terhadap anak sangat penting untuk mendidik agar tak salah jalan, diberi pengertian,” ungkapnya. (Jun)