
Bogor, sinarlampung.co – Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) berkolaborasi dengan Astagraphia meluncurkan Buku Foto Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 yang memuat karya-karya terbaik jurnalis foto Indonesia selama satu tahun terakhir.
Peluncuran buku tersebut digelar bersamaan dengan upacara pengumuman Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026).
Buku Foto APFI 2026 menampilkan 40 judul foto terbaik hasil seleksi dan kurasi dari berbagai kategori lomba. Kolaborasi antara PFI dan Astagraphia itu menjadi bentuk sinergi dunia jurnalistik visual dengan teknologi percetakan modern untuk menghadirkan dokumentasi visual berkualitas tinggi.
“Sejak tahun 2016, Astagraphia secara konsisten mendukung percetakan buku foto karya jurnalis foto PFI untuk mengapresiasi karya-karya terbaik para jurnalis foto di tanah air,” kata Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo.
Dwi mengatakan Buku Foto APFI 2026 bukan sekadar kumpulan foto, tetapi juga menjadi dokumentasi sejarah visual Indonesia yang merekam berbagai peristiwa penting melalui karya para pewarta foto.
Astagraphia mencetak buku tersebut menggunakan teknologi mesin printer produksi kelas dunia FUJIFILM Revoria Press PC2120 dengan tinta green dan pink special color untuk memastikan detail dan emosi dalam setiap foto dapat tersampaikan secara maksimal.
“Buku APFI 2026 ini berfungsi sebagai referensi penting bagi dunia jurnalis foto di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, karya-karya yang biasanya hanya muncul sekejap di media massa, kini memiliki usia yang lebih panjang dalam bentuk fisik yang eksklusif, dan harapannya buku ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi jurnalis foto mendatang,” ujar Dwi Pambudo.
Buku Foto APFI 2026 memuat berbagai karya peraih penghargaan dari sejumlah kategori. Di antaranya karya berjudul Demonstrasi atas Tewasnya Ojol yang Terlindas Rantis Brimob karya Fauzan yang meraih piala APFI kategori foto spot.
Selain itu, terdapat karya Desa Hilang Tersapu Banjir milik Edwin Putranto yang memenangkan kategori foto cerita spot. Dari kategori General News foto tunggal, terdapat karya Evakuasi Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny hasil bidikan Umarul Faruq.
Kategori General News foto cerita turut menampilkan karya Kidung Sederhana di Tanah Bencana milik Rivan Awal Lingga. Sementara kategori People in the News foto tunggal dimenangkan karya Tom Lembong Bebas hasil bidikan Jeprima WD.
Buku tersebut juga memuat karya Mengantar Kepergian Affan Kurniawan karya Adi Maulana Ibrahim dari kategori foto cerita People in the News.
Dari kategori Nature & Environment, buku APFI 2026 menampilkan karya Kondisi Pascabanjir di Aceh Tamiang milik Totok Wijayanto serta karya The Last Hope karya Chaideer Mahyuddin.
Kemudian, kategori Art & Entertainment menghadirkan karya Bekarang-Riang hasil bidikan Wahdi Septiawan dan karya Wowine Wakatobi sebagai Simbol Kekuatan dan Kemandirian Perempuan karya Andry Denisah.
Untuk kategori Sport, buku ini memuat karya Kutukan Marques di Mandalika milik Adryan Yoga serta karya Dunia Singgah di Tanah Tertinggal karya Agatha Capri.
Sementara dari kategori Citizen, karya Cumulonimbus Raksasa Langit Pembawa Bencana milik Fajar Samsumar turut menjadi bagian dalam Buku Foto APFI 2026. (*)