
Bandar Lampung (SL)-Setelah 50-an Guru SMK Penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Se-Kota Bandar Lampung diajak “jalan-jalan” Ke Singapura dan Malyasia oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, kini giliran Kepala Sekolah SMA Negeri se- Kota Bandar Lampung, diajak pelesiran ke Singapura-Malaysia, Senin (11/2).
Informasi di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, rombongan berangkat Sejak Sabtu (9/2), dipimpin KUPT Disdikbud Provinsi Lampung Sunardi, dan staf MKKS, dan akan kembali pada Rabu (13/2). Diduga para kepala sekolah yang berangkat adalah para sekolah penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah, dan tanpa izin Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
“Ya infonya yang berangkat ke Singapura, kepala Sekolah SMA Negeri se Bandar Lampung. Ya bersama KUPT Wilayah I Disdikbud Lampung, Berangkat kalo tidak salah tanggal Sabtu 9 Februari, pulangnya Rabu,” kata sumber di Disdikbud Lampung, semalam. Rombongan berangkat menggunakan salah satu agen travel di Bandar Lampung.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung diam-diam juga memberangkatkan pejabat Disdikbud dan 60 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Se-Lampung ke Singapura, dan Malaysia. Pemberangkatan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor GA 083 dengan tanggal penerbangan 25 Januari 2019.
Dikabarkan, rombongan kepala sekolah beserta pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung itu baru akan kembali ke Bandar Lampung, Rabu (30/1) pagi ini. Informasi lain menyebutkan keberangkat jalan jalan para Kepala Sekolah dan Pejabat Disdik itu, diperuntukan Sekolah yang menerima aliran DAK, dan program blueprint pendidikan.
Keberangkatan puluhan kepala sekolah ke Singapura, dan Negeri Jiran itu, dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar ketika ditanya pihak wartawan.
Mantan Pj Walikota Bandar Lampung itu beralasan keberangkatan puluhan kepala sekolah SMK se-Bandar Lampung tersebut dalam rangka penyesuaian kurikulum kejuruan dengan industri. “Mereka berangkat dalam rangka Macthing Competency Development atau Penyelarasan dan Pengembangan Kejuruan di SMK dengan Industri,” kata Sulpakar kepada wartawan, Selasa (29/1).
Ia menjelaskan, kepergian itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kepala sekolah SMK untuk menciptakan lulusan tingkat kejuruan yang mampu bersaing dalam pasar bebas Asean. “Selain itu memberikan wawasan juga kepada kepala SMK untuk penyesuaian lulusan SMK untuk bisa bekerja di pasar bebas Asean,” terusnya.
Dari penyusuran sinarlampung.com, tercatat ada 65 SMA Negeri dan Swasta Termasuk MAN dan 40 SMK se Bandar Lampung (adin/jun)