
Bandar Lampung (SL)-Bupati Mesuji Khamami, Lahir di Kebumen, 8 Februari 1968, Khamami merupakan bupati petahana. Dewan Pertimbangan Partai NasDem Kabupaten Mesuji itu menjabat bupati pada periode 2017-2022. Pasangan Khamami dan Saply meraup suara sekitar 73 persen. Mereka mendapat dukungan dari PKB, PKS, Nasdem, Golkar, Demokrat, dan PAN.

Sebelum masuk di dunia politik, Khamami dikenal sebagai pengusaha pupuk dan pestisida di Kabupaten Tulang Bawang dan Bandar Jaya, Lampung Tengah. Dia merintis usaha di bidang pertanian itu sejak 1989. Suami dari Elviana itu mengawali karier politik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Tulang Banwang periode 2002-2008.
Dia kemudian menang dalam bursa Caleg Provinsi Lampung periode 2004-2009. Selama di DPRD Lampung, Khamami duduk di Komisi V yang membidangi masalah pendidikan. Di kalangan anggota dewan, Khamami memiliki tujuan “khusus” untuk masuk ke komisi tersebut. “Hampir setiap tahun yayasannya mendapat bantuan dari pemerintah,” kata sumber yang tak ingin disebut namanya.
Khamami terkenal dengan penampilan yang bersahaja dan pandai mengambil hati masyarakat. Selain itu, Khamami juga dikenal sebagai pribadi yang enerjik dan lincah. Kesan tersebut setidaknya yang ditangkap oleh salah satu anggota dewan, Junaidi Auli, “Orangnya lincah kaya kancil,” kata Junaidi Auli.
Dia kembali memenangkan kontestasi caleg Provinsi Lampung pada periode 2009-2014. Di tengah masa jabatannya, Khamami maju Pilkada Kabupaten Mesuji 2012 dengan menggandeng Ismail Isak. Khamami harus memimpin daerahnya sendiri lantaran saat itu Ismail Ishak tersandung kasus korupsi.
Hingga akhirnya, pelantikan pasangan Khamami-Ishak di Rumah Tahanan Kelas II Menggala, Bawah Lawak, Tulang Bawang, Lampung tahun 2012. Wabup Ishak divonis satu tahun penjara dan denda Rp396 juta oleh PN Menggala, terkait kasus korupsi dana BUMD Tulang Bawang tahun 2006. Setelah masa penahannya berakhir, Ishak kembali menjabat wakil bupati mendampingi Khamami.
Di Pilkada Kabupaten Mesuji 2017, Khamami kembali maju dengan menggandeng Saply. Lagi-lagi pimpinan daerah itu kembali tersandung masalah korupsi. Khamami terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Rabu (23/1/2019).
Menanggapi OTT kadernya, DPW NasDem Provinsi Lampung mengeluaran surat penyataan sikap yang ditandatangani Ketua DPW NasDem Lampung Taufik Basari. Isinya Partai NasDem selalu mendukung dan menghormati penegakan hukum dan menyerahkan proses hukum kepada KPK.
Bupati Khamami adalah Dewan Pertimbangan NasDem Kabupaten Mesuji. DPW NasDem Lampung juga menyatakan jika ada kader yang terkena kasus korupsi maka pilihannya hanya dua, mengundurkan diri atau berhenti. Sosok Bupati Mesuji Khamami menjadi sorotan masyarakat setelah tertangkap KPK pada hari Rabu (23/1/2019). Khamami diduga telah menerima suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji, Lampung.
Kekayaan Melonjak
Harta kekayaan Khamami mengalami peningkatan dari tahun 2011 hingga 2016. Saat 2011 tercatat harta kekayaan Khamami adalah Rp 14 miliar. Lalu pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp 22 miliar. Harta Khamami yang tercatat paling banyak adalah bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang. Totalnya ada 41 bidang tanah dan bangunan yang dimiliki Khamami.
Selain itu, Khamami memiliki deretan mobil serta motor yang totalnya 19 unit. Sebanyak 13 unit merupakan mobil, seperti Toyota Camry, Honda CR-V, Mitsubishi Pajero, Ford Ranger, Toyota Fortuner, serta mobil lainnya, seperti Mitsubishi Colt. Pundi-pundi kekayaan Khamami juga berasal dari usaha lain. Tercatat Khamami memiliki usaha sarang walet dan perkebunan kelapa sawit hingga penyewaan toko sebanyak 36 titik.
OTT KPK
Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada hari Rabu (23/1/2019) hingga Kamis(24/1/2019) pagi, Tim KPK mengamankan total 11 orang. Salah satunya adalah Bupati Mesuji Khamami. Penangkapan itu dilakukan karena diduga akan terjadi realisasi commitment fee terkait proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji. KPK juga mengamankan uang sebesar Rp 1,28 miliar dalam OTT itu.
Pukul 22.30, Khamami masih sempat posting diakun Facebooknya, dan menyebutkan kabar dirinya di OTT adalah Hoax, dengan postingan berada dirumah dinas bersama tamu, dengan pakaian kaos hijau kerah lis putih. Baju yang sama hingga mengenakan pakaian orange KPK.
KPK menetapkan Bupati Mesuji Khamami sebagai tersangka bersama empat orang lainnya. “KPK menetapkan lima tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/1/2019). (Net/jun)