Bandarlampung (SL)-Air laut wilayah Teluk Lampung dalam kondisi pasang namun air laut tanpak tenang, tanpa gelombang. Air pasang dinggap umum pad bulan purnama dan akhir tahun, tapi menurut para nelayan, dan petugas patroli laut, pasang kali ini terlihat lebih besar. Bahkan ketinggian hingga dermaga Batu Payung, Senin (24/12) malam pukul 20.30.
Semejak 2007, baru kali ini terjadi air pasang hingga setara dermaga Batu Payung. “Selama di wilayah Batu Payung tidak pernah pasang setinggi ini. Air pasang hingga dermaga. Astagfirullah, dari 2007 sampe 2018 ini, baru kali ini air laut Batu Payung pasang setinggi ini,” kata seorang petugas Patroli Polairud, Polda Lampung kepada Sinarlampung.com.
Air pasang juga terlihat di Dermaga Ujung Bom Gudang Lelang, Sukaraja, Pulau Pasaran, Panjang hingga pesisir Mutun.
Kondisi Pulau Legundi
Pulau Legundi Belum Tersentuh
Kondisi pasca tsunami juga berdampak di Pesisir Pulau Tegal. Keramba dan bagan milik nelayan banyak rusak. Bagan bagn apung terhempas hingga ke daratan pulau. Belum dilaporkn ad korbn jiwa.
Pengungsi berdatangan
Warga Kembali Menjauhi Pesisir
Senin (24/12), warga Pesisir Teluk Lampung, wilayah Bandar Lampung dan Pesawaran, kembali mengungsi. Mereka kembali betkumpul di Masjid Al-Furqon, Lapangan korpri, dan gedung Balai keratun, Pemprov Lampung. Dan sebagian mengungsi di kediaman kerabatnya, menjauh dari Pesisir.
“Ya kita juga diumumkan lewat masjid masjid, untuk nenjauhi pantai. Jadi pada berhamburan ngungsi lagi, ” kata Yadi, warga Kota Karang, diamini kerabatnya. (Juniardi)