
India (SL) – Pengadilan India menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap 16 polisi India yang diduga terlibat dalam insiden pembantaian puluhan Muslim dalam sebuah kerusuhan bersejarah di utara India pada tahun 1987 lalu.
Para polisi tersebut dinyatakan bersalah atas kejahatan mengumpulkan dan menembak 42 warga Muslim dalam insiden yang dikenal sebagai Pembantaian Hashimpura itu. Peristiwa tersebut merupakan salah satu insiden yang terjadi di tengah rangkaian kerusuhan komunal Meerat antara warga Muslim dan Hindu di Uttar Pradesh pada 22 Mei 1987 lalu.
Seperti diwartakan AFP, Kamis (1/11), pada tahun 2015, pengadilan rendah telah menyatakan para polisi dari cabang khusus Uttar Pradesh itu tidak bersalah karena kurangnya bukti. Namun, dua hakim dari pengadilan tinggi Delhi membatalkan putusan tersebut, dan menyatakan bahwa para polisi tersebut telah “membunuh orang-orang tak bersenjata dan tak berdaya”.
Pengadilan menyatakan mereka bersalah atas tuduhan konspirasi kriminal, penculikan, pembunuhan dan penghilangan barang bukti, demikian diwartakan Press Trust of India.
Foto-foto mengerikan yang diserahkan sebagai bukti ke pengadilan menunjukkan barisan warga Muslim yang berlutut di bawah todongan senjata ketika polisi berseragam yang berjaga-jaga, dengan senapan siap ditembakkan.
Para Polisi yang semuanya telah pensiun itu, diminta untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang sebelum 22 November.
Uttar Pradesh memiliki sejarah panjang kekerasan antara penduduk mayoritas Hindu dan minoritas Muslim yang cukup besar.
Pembantaian Hashimpura adalah salah satu insiden paling mematikan dalam perseteruan yang telah berlangsung lama terkait situs keagamaan di Ayodhya yang dianggap sakral oleh umat Muslim dan Hindu.
Sedikitnya 350 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi selama berbulan-bulan terkait Masjid Babri pada 1987. Umat Hindu meyakini masjid tersebut dibangun di atas tanah tempat dibangunnya sebuah kuil oleh raja legendaris dan titisan Dewa Wisnu, Sri Rama.
Pada 1992, Masjid Babri dirobohkan oleh umat Hindu nasionalis dan menyulut kerusuhan lebih besar yang diperkirakan menewaskan lebih dari 2.000 orang. Sepuluh tahun kemudian, pembunuhan peziarah Hindu yang baru kembali dari Ayodhya memicu serangan balasan terhadap umat Muslim di Gujarat dan menyebabkan lebih dari 700 orang tewas. (koranradaronline)