
Pesisir Barat (SL)-Warga Pekon Gunung Kemala Timur Kecamatan Way Krui Kabupaten Pesisir Barat Lampung mengeluhkan buruknya kualitas berbagai fasilitas dan bangunan yang menggunakan dana desa, di tersebut. Selai itu, hampir semua yang dibangun kini dalam kondisi rusak dan terkesan amburadul. Diduga menggunakan material, dan alata yang tidak berkualitas.
Penyusuran wartawan pada tahun anggaran 2017 – 2018, aparat pekon telah membangun berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, diantaranya memasang belasan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), drainase dan membangun Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes). Seluruh biaya bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD).
Sayangnya berbagai pembangunan yang bersumber dari keuangan negara tersebut terkesan asal- asalan. Sebab begitu selesai dipasang LPJU banyak yang tidak menyala, sebagian yang menyala dalam kondisi tidak normal bahkan tidak bertahan lama. Kuat dugaan pemasangan LPJU menggunakan suku cadang bekas.
Bukan itu saja, pembangunan Puskesdes yang menelan dana ratusan juta rupiah juga terindikasi asal jadi. Buktinya belum genap satu tahun, bila hujan tiba atapnya bangunan sudah bocor.
Beberapa warga Gunung Kemala Timur yang ditemui media ini menyebutkan sejak Rosmala menjadi Peratin (Kepala Desa) Gunung Kemala Timur periode 2011-2017, tanda tanda kebobobrokan pembangunan di pekon tersebut mulai nampak.
“Kini hampir seluruh aparat pekon (Kaur dan Pemangku) masih memiliki hubungan saudara dengan peratin. Sehingga dugaan aksi membohongi warga dengan menyunat dana desa yang dilakukan aparat pekon Gunung Kemala Timur tidak terbongkar, dan tertutup dengan rapi,” kata warga yang menjadi sumber, dan tidak mau disebut namanya.
Penyebabnya, kata Dia, Pemangku, Kaur dan aparat lainnya sudah bersekongkol dengan peratin dan Pj peratinnya. “Dengan begitu tidaklah mengherankan jika hasil pembangunan di Gunung Kemala Timur mulai carut marut. Apalagi Kaur Pembangunannya di jabat AS, dan Kaur Keuangan M Tati yang terkenal mata duitan,” katanya.
Mengapa mata duitan, lanjut Dia, selain menjadi Kaur, AS juga merangkap pegawai kontrak, dan pengurus partai politik.”Jadi tak heran gaya hidup AS dan M Tati tak ubahnya orang kaya baru,” katanya.
Sumber menambahkan, saat pekon Gunung Kemala Timur masih dijabat almarhum Nasri Ramodon, ratusan juta dana desa raib. Tersiar kabar uang tersebut habis untuk diambil oknum aparat pekon setempat untuk memperkaya diri.
“Kami berharap agar aparat pekon Gunung Kemala Timur transparan dalam menggunakan ADD. Dan kepada aparat penegak hukum tolong turun kelapangan guna mengecek pembangunan di Gunung Kemala Timur,” katanya, di amini beberapa warga lainnya, yang semua minta namanya enggan di publikasikan.
Diketahui, pasca ditinggalkan Peratin Rosmala karena masa jabatannya telah habis, Pekon Gunung Kemala Timur dalam kurun waktu sekira 2 (dua) tahun terakhir ini dipimpin oleh dua orang Penjabat (Pj) Peratin berstatus PNS.
Pj pertama almarhum Nasri Ramodon, baru beberapa bulan menjabat meninggal dunia karena sakit. Dan saat ini Gunung Kemala Timur di nahkodai Joni, Pj peratin yang berprofesi guru (PNS) .
Sementara Peratin dan perangkat Desa, termasuk Pj Peratin belum bisa di mintai kompirmasi terkait keluhan warga tersebut. Kantor Peratin kosong, dan dihubungi sedang tidak aktif.(Agus/lp1)