
Lampung Timur, sinarlampung.co – Dimas (16), warga Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, tewas tenggelam di Sungai Kali Mesin, Desa Sribawono, Kecamatan Bandar Sribawono, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.
Korban diduga tenggelam setelah kelelahan saat berenang bersama dua rekannya di sungai tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Bandar Sribawono, Ipda Hartono, mengatakan korban sempat berenang di bagian tengah sungai sebelum akhirnya tenggelam.
“Korban, atas nama Dimas, bersama kedua rekannya mandi di Sungai Kali Mesin. Saat berenang, korban diduga tidak kuat atau kelelahan sehingga tenggelam di tengah sungai,” kata Hartono, Sabtu (19/9/2026).
Kedua rekan korban sempat berusaha menolong. Namun, karena tidak mampu menjangkau korban, mereka kemudian meminta bantuan warga sekitar.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke puskesmas. Namun, nyawanya tidak tertolong.
“Selanjutnya korban dievakuasi dan sempat dibawa ke puskesmas. Namun korban dinyatakan sudah meninggal dunia dan akan dimakamkan malam ini,” ujar Hartono.
Hartono menjelaskan, lokasi tersebut sebenarnya dilarang digunakan untuk aktivitas warga, termasuk berenang. Larangan itu karena kawasan tersebut merupakan sumber mata air.
“Sudah dilakukan pemasangan peringatan bahwa dilarang melakukan aktivitas di Sungai Kali Mesin,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat mematuhi tanda peringatan yang telah dipasang untuk mencegah kejadian serupa.
“Baik warga sekitar maupun dari luar agar sekiranya menghormati imbauan-imbauan pemerintah,” kata Hartono.
Sementara itu, Edo, salah satu saksi yang berada di sekitar lokasi, mengatakan dirinya sedang memancing ketika melihat korban bersama rekannya berenang di bagian sungai yang cukup dalam.
Menurut Edo, korban sempat berenang berputar-putar di bagian tersebut sebelum mencoba kembali ke tepi sungai.
“Dia datang sama kawan-kawannya. Cuma dia berenang berdua, muter-muter di tempat yang dalam itu. Pas mau balik mungkin karena kelelahan atau kram, terus tenggelam,” ujar Edo.
Edo juga mengatakan warga sebenarnya sudah beberapa kali mengingatkan agar masyarakat tidak berenang di lokasi tersebut.
Bahkan, sebelum kejadian, pemilik warung di sekitar sungai sempat memperingatkan korban dan teman-temannya.
“Orang yang punya warung itu sudah mengingatkan korban sama kawan-kawannya jangan berenang di situ. Memang sudah tidak boleh karena kejadian tenggelam sudah sering terjadi di situ,” kata Edo. (Edo/Afandi)