
Lampungtimur, sinarlampung.co- Sebanyak 40 personel TNI melakukan aksi penerjunan dari udara langsung menuju kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Selasa (25/8/2026). Mereka yang diterjunkan merupakan Tim Alfa, unit gabungan matra TNI berkemampuan lintas udara khusus yang dibentuk atas instruksi Presiden dan Panglima TNI.
Bukan untuk bertempur, misi kemanusiaan ini difokuskan pada penanggulangan dan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di titik-titik lokasi terisolasi yang sulit dijangkau melalui akses darat maupun laut.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa keunggulan utama Tim Alfa terletak pada kecepatan respons dan fleksibilitas pergerakan di medan ekstrem.
“Tim Alfa terdiri dari personel-personel gabungan yang memiliki kemampuan khusus sebagai pasukan lintas udara. Ketika akses darat sulit dan laut tidak ada, sementara kita butuh response time yang cepat, satu-satunya cara adalah diterjunkan langsung dari udara,” ujar mantan Kapuspen TNI tersebut.
Penerjunan Tim Alfa ke kawasan TNWK tidak dilakukan secara asal. Operasi pemadaman menerapkan konsep berlapis berbasis pemetaan teknologi canggih:
Pemetaan Thermal Drone: Pesawat tanpa awak yang dilengkapi sensor inframerah diterbangkan terlebih dahulu untuk mendeteksi anomali suhu (hotspot) yang berpotensi memicu api.
Penentuan Koordinat: Data titik koordinat dari drone dikirimkan kepada pilot dan tim penerjun sebagai acuan lokasi pendaratan yang akurat.
Penyisiran dan Pemadaman Manual: Begitu mendarat dengan membawa perlengkapan pemadam, personel Tim Alfa langsung bergerak menyisir area savana dan alang-alang untuk memadamkan bara sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.
Selain penerjunan manuver airborne, operasi ini didukung oleh metode fast roping helikopter, water bombing, hingga drone penyemprot air untuk mengover kawasan yang tidak memungkinkan dimasuki personel dengan berjalan kaki.
Pemanfaatan Pasukan Lintas Udara untuk Misi Kemanusiaan
Pengerahan pasukan lintas udara untuk misi non-kombatan ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Strategi serupa pernah diterapkan secara internasional, seperti pengerahan pasukan airborne pada bencana gempa Sichuan, China (2008) untuk membuka jalur komunikasi terputus, serta Operation Unified Response oleh 82nd Airborne Division Amerika Serikat pascagepa Haiti (2010).
Di TNWK, prinsip kecepatan dan penetrasi medan terisolasi tersebut diaplikasikan dengan target spesifik: mengejar dan menjinakkan titik panas sebelum meluas membakar ekosistem hutan lindung.
Melalui pengerahan Tim Alfa, TNI menunjukkan penyesuaian fleksibilitas kualifikasi militer lintas udara demi melindungi kelestarian lingkungan serta aset keanekaragaman hayati nasional di Lampung. (Red)