
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mencatat lonjakan tajam pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Unggulan Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah pendaftar tahun ini menembus angka sekitar 34.000 peserta didik, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu yang berada di kisaran 14.000 pendaftar.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara otomatis berbasis data untuk menutup ruang intervensi.
“Kepercayaan masyarakat yang begitu besar ini harus kami jaga. Karena itu, seluruh proses SPMB dilaksanakan secara transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujar Thomas, Senin 8 Juni 2026.
Pelaksanaan SPMB tahun ini secara resmi mengacu pada Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/148/V.01/HK/2026 tentang petunjuk teknis penerimaan murid baru SMA dan SMK.
Berdasarkan aturan tersebut, kuota penerimaan di 35 SMA Negeri Unggulan Lampung dibagi ke dalam empat jalur dengan persentase sebagai berikut:
Seleksi Ketat Tanpa Biaya
Mengingat keterbatasan daya tampung sekolah unggulan, Disdikbud memastikan proses verifikasi berjalan ketat sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Namun, Thomas menggarisbawahi bahwa seluruh proses pendaftaran hingga daftar ulang dipastikan bebas biaya.
“Semua kami verifikasi. Supaya adil dan transparan tentu harus mengikuti aturan dan juknis yang berlaku. Tidak mungkin semua pendaftar diterima karena kuota sekolah sudah ditetapkan. Proses dari awal hingga daftar ulang tidak dipungut biaya karena telah dibiayai melalui dana BOS dan BOPD,” tegasnya.
Di tengah antusiasme yang luar biasa, Thomas juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengevaluasi sistem dan meminta maaf jika masih ada kendala teknis yang dihadapi wali murid di lapangan.
“Sekali lagi kami mohon maaf apabila masih ada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran. Minat yang tinggi ini adalah amanah yang harus kami jawab dengan kerja nyata, pembenahan sarana-prasarana, serta peningkatan kualitas pendidikan agar lulusan kita siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya. (Red)