
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), terus mengedepankan gaya kepemimpinan yang humanis, terbuka, dan responsif. Jenderal bintang dua putra daerah kelahiran Kotabumi ini memposisikan generasi muda dan media sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas di Provinsi Lampung.
Ketegasan yang berbalut empati ditunjukkan Mayjen Kristomei saat menemui massa Aliansi Lampung Melawan di Gapura Kantor DPRD Provinsi Lampung baru-baru ini. Di tengah keriuhan aksi, ia sempat menghentikan dialog sejenak untuk menghormati kumandang adzan Dzuhur, sebuah tindakan yang mendinginkan suasana di tengah massa.
Komitmen Hukum dan Apresiasi Intelektualitas
Dalam pertemuan tersebut, Mayjen Kristomei menanggapi langsung tuntutan mahasiswa terkait kasus hukum yang menjadi perhatian publik. Ia menegaskan komitmennya untuk meneruskan aspirasi tersebut kepada Panglima TNI agar penanganan berjalan tuntas dan transparan.
“Setiap proses hukum memerlukan waktu dan harus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar lulusan Akmil 1997 ini memberikan pemahaman realistis kepada para mahasiswa.
Mantan Kapuspen TNI ini juga memuji kualitas penyampaian pendapat para aktivis kampus di Lampung. “Saya bangga dengan mahasiswa-mahasiswi Lampung yang telah menunjukkan kualitas intelektualitasnya dengan menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai,” ungkapnya.
Membangun Karakter Melalui ‘Radin Inten Menyapa’
Pendekatan persuasif Kristomei berlanjut melalui diskusi interaktif bersama mahasiswa Universitas Bandar Lampung di Makodam XXI/Radin Inten. Dalam forum bertajuk “Radin Inten Menyapa” tersebut, ia menekankan pentingnya wawasan kebangsaan di era digital.
Beberapa poin utama yang ditekankan antara lain:
Filter Informasi: Mahasiswa diminta menjadi garda terdepan dalam menyaring hoaks di media sosial.
Berpikir Kritis: Menghadapi tantangan global dengan landasan nilai Pancasila dan cinta tanah air.
Sinergi Sektoral: Menguatkan kolaborasi antara militer, akademisi, dan pers melalui semangat “Kodam XXI/RI Kolaborasi Untuk Negeri”.
Program Strategis dan Transparansi
Sebagai jenderal yang pernah menjabat Kadispenad, Kristomei sangat memahami pentingnya transparansi. Ia memperkenalkan Centurion 21 sebagai kanal komunikasi langsung bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan jajaran TNI di wilayahnya.
Selain penguatan komunikasi, ia memaparkan peran aktif TNI AD dalam program pengabdian masyarakat, seperti:
1. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda dan Sumur Bor.
2. TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
3. Program Ketahanan Pangan dan Pemberian Makan Bergizi Gratis.
Langkah-langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan yang kokoh, yang menjadi fondasi utama bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Lampung dan Bengkulu. (Red)