
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Tata kelola keuangan di Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang tahun anggaran 2024 terindikasi mengalami penyimpangan serius. Hal ini menyusul temukan adanya revisi anggaran yang dilakukan sebanyak 13 kali dalam satu tahun, yang berujung pada pembengkakan dana sebesar Rp12 miliar dari pagu awal.
Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran yang semula dipatok Rp102,7 miliar melonjak drastis menjadi Rp114,7 miliar. Aliansi Triga Lampung menilai, frekuensi revisi yang tidak wajar serta penambahan dana di tengah jalan tersebut mengindikasikan adanya perencanaan yang buruk atau potensi pengondisian program tertentu.
Selain revisi belasan kali, sorotan tajam juga tertuju pada realisasi penyerapan anggaran yang mencapai 97,7 persen atau sekitar Rp112 miliar. Aliansi Triga Lampung menduga tingginya angka penyerapan tersebut tidak berkorelasi positif dengan output yang dihasilkan, melainkan hanya upaya menghabiskan sisa anggaran negara tanpa pertanggungjawaban yang transparan.
“Kami mencium adanya pola yang tidak sehat dalam pengelolaan keuangan ini. Tambahan Rp12 miliar itu untuk apa? Mengapa harus direvisi hingga 13 kali? Ini mencerminkan adanya ketidakberesan administratif yang mengarah pada dugaan penyalahgunaan wewenang,” tegas perwakilan aliansi, Indra Mustain.
Melihat indikasi tersebut, Triga Lampung mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk segera melakukan audit investigatif. Mereka meminta APH memeriksa alur keluar-masuk uang, terutama terkait pengadaan barang dan jasa yang menggunakan dana tambahan Rp12 miliar tersebut.
“Jangan sampai revisi anggaran dijadikan celah untuk menyelipkan program-program titipan atau proyek yang tidak mendesak demi kepentingan oknum tertentu. Kami meminta APH menelusuri siapa saja penyedia barang dan jasa yang diuntungkan dari dana ini,” lanjutnya.
Ancaman Aksi ke Kemenkes RI
Sikap bungkam dari pihak Poltekkes Tanjungkarang kian memperpanjang daftar kecurigaan publik. Menanggapi hal itu, Triga Lampung mengeluarkan ultimatum akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Kementerian Kesehatan RI di Jakarta pada pekan depan.
Aksi tersebut bertujuan untuk melaporkan dugaan bobroknya tata kelola anggaran di Poltekkes Tanjungkarang serta meminta Kemenkes melakukan evaluasi total terhadap jajaran direksi yang bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang belum memberikan klarifikasi resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi berulang kali. (Red/Tim)