
Lampung Utara, sinarlampung.co – Aksi kriminalitas jalanan kembali meresahkan warga Lampung Utara. Seorang remaja putri, Anisa Ajeng (19), menjadi korban pembegalan sadis di Jalan Dusun Sidokerto, Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, samping rumah makan Taruko, pada Rabu 22 April 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.
Korban tidak hanya kehilangan sepeda motor Honda Beat dan ponselnya, tetapi juga harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka bacok serius di tangan kanan setelah mencoba mempertahankan harta bendanya dari serangan dua pelaku tak dikenal.
Insiden bermula saat korban tengah berkendara sendirian dari arah Desa Ratu Abung menuju Jalan Lintas Tengah Sumatera. Saat melintasi lokasi kejadian yang dikenal sepi, korban dipepet dan dihadang oleh dua pria yang berboncengan sepeda motor.
Peristiwa mencekam ini mendadak viral setelah rekaman video amatir berdurasi 19 detik beredar luas di media sosial, memperlihatkan kondisi pasca-kejadian yang memicu keprihatinan publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban yang merupakan warga Desa Ratu Abung sedang melintas di jalur lintas tersebut sebelum akhirnya diadang oleh pelaku. Diduga kuat, pelaku telah membuntuti dan mengincar korban sejak jauh.
Modus operandi yang digunakan tergolong sangat berani dan kejam. Pelaku menghentikan paksa laju kendaraan korban, lalu tanpa belas kasihan membacok tangan korban menggunakan senjata tajam untuk melumpuhkannya.
“Korban warga Ratu Abung. Motor Honda Beat miliknya dibawa kabur pelaku ke arah Bandar Lampung,” ujar seorang warga dalam rekaman video tersebut dengan nada gemetar.
Pasca-kejadian, warga yang berada di sekitar lokasi RM Taruko langsung bergerak memberikan pertolongan pertama. Mengingat luka robek yang cukup parah, korban segera dilarikan ke Klinik Bu Lela untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, menjelaskan bahwa pelaku bertindak brutal ketika korban berusaha melawan. “Korban mengalami dua luka bacok di bagian tangan kanan hingga tak berdaya. Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor serta satu unit ponsel milik korban,” ujar AKP Ivan, Kamis 23 April 2026.
Awalnya, warga yang melintas sempat mengira insiden tersebut adalah pertengkaran sepasang kekasih. Namun, setelah melihat korban bersimbah darah dan berteriak minta tolong, saksi segera mengevakuasi korban ke Klinik Bu Lela sebelum akhirnya dirujuk ke RS CMC Candimas untuk penanganan medis intensif.
Kondisi tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Dusun Sidokerto kini menjadi sorotan tajam. Warga setempat menilai minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur turut andil dalam menciptakan ruang bagi pelaku kejahatan.
Sepri, salah seorang warga sekitar, mengungkapkan bahwa kombinasi jalan rusak dan ketiadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) membuat jalur tersebut sangat rawan. Selain jalan rusak yang memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan.
Selain itu minim penerangan: Memberikan ruang bagi pelaku untuk melakukan penyergapan tanpa terlihat jelas. “Jalan di sini memang rusak dan gelap. Kondisi itu sangat memudahkan pelaku begal untuk beraksi,” tegas Sepri.
Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan intensif dan olah TKP. Polisi saat ini tengah mengumpulkan barang bukti dan mengejar kedua pelaku yang melarikan diri ke arah Jalan Lintas Sumatera.
Masyarakat mendesak agar Polsek Abung Selatan dan Polres Lampung Utara meningkatkan intensitas patroli, terutama di titik-titik rawan dan jam-jam krusial, guna mencegah terulangnya aksi serupa yang mengancam nyawa pengendara.
Hingga saat ini, korban dilaporkan masih dalam kondisi trauma berat akibat serangan mendadak yang mengancam nyawanya tersebut.
Insiden berdarah ini memicu gelombang desakan dari masyarakat dan netizen. Warga menilai wilayah Abung Selatan kini menjadi zona merah yang menghantui para pengendara, terutama kaum perempuan.
Masyarakat mendesak jajaran Polres Lampung Utara dan Polsek Abung Selatan untuk melakukan pengejaran segera terhadap pelaku yang identitasnya kini tengah diselidiki..
Warga meminta penempatkan personel di titik-titik rawan sepanjang jalur lintas guna mencegah jatuhnya korban baru, dan memberikan sanksi hukum yang berat bagi pelaku kejahatan jalanan guna memberikan efek jera. (Red)