
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Dilantiknya Thomas Americo, S.S.T.P., M.H., sebagai Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Provinsi Lampung masa bakti 2025–2029, menandai babak baru kebangkitan cabang olahraga tersebut. Fokus utama kepengurusan kali ini adalah menghidupkan kembali eksistensi drum band yang meredup melalui sinergi lintas sektoral dan pembinaan berjenjang.
Thomas Americo menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah memastikan drum band kembali hadir di tengah masyarakat dan institusi pendidikan di seluruh kabupaten/kota se-Lampung.
“Komitmen kami jelas: PDBI Lampung harus kembali hidup dan bergerak. Kami ingin drum band bukan sekadar ada, tapi berkembang pesat dan kembali menjadi kebanggaan daerah dalam setiap event, baik lokal maupun nasional,” tegas Thomas usai pelantikan di Balai Keratun, Kamis 23 April 2026.
Sebagai sosok yang juga menjabat Kadisdikbud Lampung, Thomas membawa visi integratif. Ia berkomitmen membangun fondasi prestasi melalui pembinaan berkelanjutan yang menyentuh seluruh level usia.
Memperkenalkan disiplin dan ritme sejak dini. Memperkuat teknik dasar dan kerja sama tim dalam organisasi untuk SD SMP, dan mempersiapkan atlet unggulan untuk kompetisi profesional dan skala nasional (Prestasi (SMA & SMK).
“Pembinaan tidak boleh terputus. Kita butuh kolaborasi semua pihak agar regenerasi atlet di sekolah-sekolah berjalan maksimal dan berkesinambungan,” tambahnya.
Menanggapi tantangan dari KONI Lampung terkait pencalonan tuan rumah PON XXIII Tahun 2032, Thomas menyatakan kesiapan organisasinya. Komitmen menghidupkan drum band ini berujung pada satu target besar: Prestasi Tinggi.
Antusiasme masyarakat yang melampaui target pendaftaran pada ajang lomba perdana di awal kepengurusannya menjadi bukti awal bahwa strategi “menghidupkan kembali” ini mendapat respons positif di lapangan. Melalui tema “Berkolaborasi dan Bersinergi Menuju Prestasi Tertinggi”,
Thomas optimis PDBI akan menjadi rumah besar bagi para atlet untuk membawa nama Lampung sejajar dengan provinsi terbaik di Indonesia.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, yang hadir didampingi Wakil Ketua I Margono Tarmudji, memberikan instruksi tegas kepada jajaran pengurus baru. Ia menekankan bahwa masa bakti ini harus dioptimalkan untuk pembinaan atlet level pelajar dan remaja.
“Momentum pelantikan harus dimanfaatkan secepatnya untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pembinaan agar Lampung memiliki tim yang tangguh saat menjadi tuan rumah PON XXIII tahun 2032 bersama Provinsi Banten,” tegas Taufik.
Menjawab tantangan tersebut, Thomas Americo yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lampung, langsung tancap gas dengan menggulirkan program Lampung Student Olympic (LSO) 2026.
Thomas mengungkapkan bahwa LSO menjadi wadah “pendadaran” awal bagi para atlet pelajar. Dari target awal yang ditetapkan, tercatat sebanyak 33 peserta mengikuti cabang lomba drum band—sebuah angka yang melampaui ekspektasi dan menjadi sinyal kuat bangkitnya cabor ini pasca-pandemi.
“Kita ingin mempersiapkan semuanya sejak dini agar anak-anak Lampung mampu berpartisipasi dan berprestasi di PON 2032 nanti. Melalui LSO, kami memastikan seluruh potensi dan bakat anak-anak tersalurkan secara terukur,” ujar Thomas saat pembukaan LSO di Halaman Kantor Gubernur.
Gubernur Lampung melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, M. Firsada, memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran LSO 2026. Selain drum band, ajang ini juga mempertandingkan berbagai cabang populer seperti atletik, renang, hingga e-sport.
Firsada menekankan bahwa esensi dari kompetisi ini adalah pembangunan karakter. “Yang terpenting bukan siapa yang menang, tetapi keberanian untuk berproses, jujur, dan sportif. Latihan dan disiplin hari ini adalah bekal berharga bagi atlet masa depan Lampung,” ungkapnya.
Gelaran LSO 2026 direncanakan akan terus berlangsung hingga Juli mendatang, menjadi bukti nyata sinergi antara PDBI, KONI, dan Pemerintah Provinsi dalam mencetak generasi emas olahraga Lampung. (Red)