
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Kepala SMK Nurul Huda di Desa Pamulihan, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi sorotan setelah memberikan tanggapan tak biasa saat dikonfirmasi wartawan terkait dugaan pemotongan dana Alat Pelindung Diri (APD).
Peristiwa ini bermula pada 25 April 2026, ketika awak media mengirimkan pertanyaan melalui WhatsApp. Konfirmasi tersebut menyoroti kejelasan anggaran keselamatan kerja, termasuk dugaan tidak adanya alokasi khusus APD dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Salah satu pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan apakah anggaran dalam RAB memang tidak mencantumkan kebutuhan perlengkapan keselamatan kerja.
Baca: Pemotongan Upah Pekerja untuk Biaya APD di SMK Nurul Huda Lampung Selatan Jadi Sorotan
Namun, alih-alih menjawab substansi pertanyaan, Kepala Sekolah bernama Eka justru memberikan respons di luar konteks.
“Mas, daripada sampean nulis-nulis berita, mending ewangi aku golek siswa. Oleh ganti pulsa, bensin kambi roko,” balas Eka sambil mengirimkan brosur penerimaan siswa baru.
Namun selang beberapa menit kemudian, pesan tersebut diedit. Dalam versi yang telah diubah, ia justru meminta bantuan wartawan untuk mempromosikan sekolahnya.
“Mas, tolong iwange aku promosi ke calon siswa,” ujar pesan yang telah diedit.
Jawaban tersebut kemudian memicu perhatian karena tidak menjawab isu yang dikonfirmasi.
Seorang awak media yang terlibat dalam konfirmasi menyayangkan respons tersebut. Menurutnya, pejabat publik seharusnya memberikan keterangan berdasarkan data dan fakta, terutama terkait penggunaan anggaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan dari pihak sekolah mengenai alokasi dana APD dalam RAB maupun klarifikasi atas pernyataan tersebut. (Red)