
Tulang Bawang, sinarlampung.co – Operasional Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Bina Bangsa Bitung di Tiyuh Lesung Bhakti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai protes. Pengelolaan limbah yang buruk diduga telah mencemari lingkungan dan menimbulkan bau busuk yang mengganggu kenyamanan warga.
Pantauan di lokasi menunjukkan praktik pembuangan limbah dapur yang dialirkan langsung ke sungai. Selain itu, tumpukan sampah plastik dan bekas bungkus makanan tampak berserakan di area belakang dapur, memperburuk kondisi sanitasi di lingkungan tersebut.
Kepala SPPG setempat, Dhabit, mengakui bahwa fasilitas dapur tersebut jauh dari kata layak. Ia mengonfirmasi bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang seharusnya menjadi syarat mutlak, belum tersedia secara memadai.
“IPAL memang belum memadai. Seharusnya limbah tidak langsung dibuang ke aliran sungai, tetapi ditampung dan diolah terlebih dahulu agar tidak mencemari lingkungan,” ujar Dhabit saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).
Selain masalah limbah, Dhabit juga menyoroti ketiadaan mesin oven untuk pengeringan wadah makanan (ompreng). Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi aspek higienitas makanan yang akan didistribusikan kepada sasaran program.
Ironisnya, kondisi ini terjadi meski pihak pengelola telah berulang kali diperingatkan. Dhabit mengaku telah menyampaikan keluhan teknis tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemilik dapur, namun hingga kini tidak ada tindakan nyata.
“Kami sudah sampaikan dari awal ke BGN maupun pemilik dapur, Bapak Rosit, tapi tidak ada tanggapan sama sekali,” tegasnya.
Bahkan, Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Tubaba bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan setempat telah turun ke lapangan untuk memberikan peringatan. Namun, teguran tersebut tampaknya diabaikan oleh pihak pengelola.
Kelalaian pengelola dapur kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Salah satu warga berinisial B mengeluhkan bau limbah yang menyengat hingga masuk ke area permukiman. “Bau limbahnya menyebar ke mana-mana, sangat mengganggu,” keluhnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik dapur belum memberikan klarifikasi resmi terkait pengabaian standar lingkungan dan sanitasi tersebut. Masyarakat berharap instansi terkait segera mengambil tindakan tegas sebelum dampak pencemaran semakin meluas. (Red)*