
Bengkulu, sinarlampung.co – Dunia pendidikan di Kabupaten Seluma berduka. Seorang pelajar SMA berusia 17 tahun, Rido Saputra, tewas mengenaskan setelah menjadi korban penusukan di sebuah warung remang-remang (warem) di Desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil, Minggu 15 Maret 2026 dini hari pukul 01.30 WIB.
Korban yang merupakan warga Desa Taba ditemukan bersimbah darah di depan toilet warung setelah diduga terlibat keributan yang dipicu pesta minuman keras.
Kepala Desa Tebat Sibun, Wekadin Saputra, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan pertama kali oleh pengunjung lain dalam posisi tergeletak. Berdasarkan pemeriksaan medis awal, Rido mengalami dua luka tusuk senjata tajam yang fatal di bagian dada depan dan rusuk sebelah kiri.
“Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Masmambang oleh pihak keluarga dan warga. Namun, tim medis menyatakan nyawa korban tidak tertolong akibat pendarahan hebat,” ujar Wekadin, Minggu malam.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa insiden berdarah ini bermula dari perselisihan antar pemuda. Suasana di lokasi yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut memanas setelah para pengunjung mengonsumsi minuman keras, hingga berujung pada aksi penikaman.
Saat ini, aparat kepolisian dari Polres Seluma tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya mulai teridentifikasi. Polisi juga telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi kunci.
Tragedi ini memicu kemarahan perangkat desa. Wekadin mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa sebenarnya sudah berulang kali melarang operasional warung remang-remang tersebut karena dianggap sebagai sumber kemaksiatan dan kegaduhan. Namun, teguran tersebut kerap diabaikan oleh pemilik usaha.
“Kami sudah pernah menyurati Pemerintah Kabupaten Seluma agar mengambil tindakan tegas. Lokasi ini sering didatangi pelajar dan sangat meresahkan warga sekitar,” tegas Wekadin.
Pasca tewasnya Rido, warga mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Seluma untuk tidak lagi menutup mata. “Harapan kami jelas: bongkar dan tutup permanen. Jangan tunggu ada korban jiwa lainnya,” pungkasnya. (red)