
Tanggamaus, sinarlampung.co – Dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) menerpa UPT Puskesmas Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. Sepanjang tahun 2025, realisasi anggaran biaya transportasi kunjungan petugas disinyalir dimanipulasi dengan nilai kerugian negara diperkirakan mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.
Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi, sepanjang tahun 2025, Puskesmas Talang Padang mencatatkan kegiatan kunjungan petugas sebanyak 173 kali dalam kurun waktu 63 hari. Anggaran yang terserap untuk kegiatan tersebut mencapai Rp512.800.000. Jika dirata-ratakan, Puskesmas menghabiskan dana transportasi sebesar Rp8.139.000 per hari.
Kejanggalan mencolok terlihat pada rekapitulasi titik kunjungan. Pihak Puskesmas mengklaim telah mendatangi 757 titik yang terdiri dari 170 kasus, 78 lokasi, 278 sekolah, dan 231 desa di wilayah Kecamatan Talang Padang.
Indikasi manipulasi data atau mark-up semakin kuat jika membandingkan data laporan Puskesmas dengan fakta geografis wilayah:
Jumlah Desa: Puskesmas melaporkan kunjungan ke 231 desa, padahal secara administratif Kecamatan Talang Padang hanya memiliki 20 desa/kelurahan.
Fasilitas Pendidikan: Laporan mencatat kunjungan ke 278 sekolah, sementara total fasilitas pendidikan di wilayah tersebut (dari PAUD hingga SMA/SMK) hanya berjumlah 89 unit.
Intensitas Kegiatan: Dengan klaim 757 titik dalam 63 hari, maka rata-rata petugas melakukan kunjungan ke 12 titik berbeda setiap harinya.
Ketidaksingkronan antara jumlah riil desa dan sekolah dengan laporan serapan anggaran ini menjadi bukti kuat adanya potensi manipulasi data untuk mencairkan anggaran transportasi.
Besarnya anggaran kesehatan yang rentan diselewengkan di tingkat UPT Puskesmas ini memicu kritik tajam terhadap fungsi pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus. Muncul pertanyaan besar mengenai urgensi kegiatan tersebut, mengingat tidak adanya laporan wabah atau musibah luar biasa di wilayah Talang Padang selama periode tersebut yang memerlukan kunjungan seintensif itu.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Talang Padang serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus terkait temuan data yang mengarah pada kerugian negara ini. (Red)