
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Konflik antara buruh dan manajemen baru PT San Xiong Steel Indonesia yang sempat memanas akhirnya tuntas. Penyelesaian persoalan tunggakan gaji ratusan karyawan itu mendapat dukungan dari jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Koramil 0421-10/Katibung, Kodim 0421/Lampung Selatan.
Sebelumnya, perusahaan tersebut dilanda konflik akibat penunggakan gaji karyawan yang berlangsung berbulan-bulan. Situasi itu sempat menimbulkan ketegangan antara pekerja dan pihak manajemen.
Babinsa Koramil 0421-10/Katibung, Sertu Suwandi, mengatakan keterlibatan TNI merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
“Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa adalah mata dan telinga negara. Kami hadir untuk membantu mencarikan solusi agar persoalan tidak berlarut-larut. Alhamdulillah, konflik di perusahaan ini sudah terselesaikan,” ujar Suwandi kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026).
Ia berharap perusahaan dapat kembali beroperasi sehingga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya dalam menekan angka pengangguran di Lampung Selatan.
“Jika perusahaan kembali berjalan, tentu akan membuka lapangan kerja dan membantu meningkatkan perekonomian daerah,” tambahnya.
Menurut Suwandi, proses penyelesaian konflik membutuhkan pendekatan persuasif dan komunikasi yang intensif dengan para pekerja maupun manajemen. “Yang terpenting adalah membangun pemahaman bersama agar semua pihak merasa diperhatikan,” katanya.
Di sisi lain, perwakilan karyawan, Asep, mengaku bersyukur persoalan tunggakan gaji akhirnya diselesaikan oleh manajemen di bawah kepemimpinan Direktur Utama Finny Fong.
“Kami berterima kasih kepada manajemen dan juga TNI yang telah membantu menjembatani persoalan ini. Setelah hampir satu tahun menunggu kepastian, akhirnya hak kami dibayarkan,” ujar Asep.
Ia menyebutkan, sebanyak 10 bulan gaji yang sempat tertunggak kini telah diselesaikan secara administratif oleh pihak perusahaan.
Karyawan lainnya, Arif, berharap perusahaan segera kembali beroperasi secara normal di bawah kepemimpinan yang baru. “Kami menaruh harapan besar agar perusahaan ini bangkit kembali dan memprioritaskan kami sebagai pekerja,” katanya.
Manajemen PT San Xiong Steel Indonesia memastikan dalam waktu dekat operasional perusahaan akan kembali berjalan setelah seluruh kewajiban terhadap karyawan diselesaikan.
Dengan berakhirnya konflik tersebut, aktivitas industri di kawasan itu diharapkan kembali normal dan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah. (*)