
Lampung Selatan, sinarlampung.co– Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Lampung Selatan mulai menimbulkan keresahan sekaligus rasa apatis di tengah masyarakat. Tak sedikit warga yang menjadi korban lebih memilih pasrah daripada melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian karena dinilai tidak ada tindak lanjut yang konkret.
Kejadian terbaru menimpa Tiyas (35), warga Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Rabu 18 Februari 2026 malam. Sepeda motor Honda Beat miliknya raib digondol pencuri saat diparkir di depan rumah kerabatnya, tak jauh dari musala setempat.
Peristiwa bermula saat motor dipinjam oleh kakaknya, Abi (40), untuk melihat hewan ternak. Meski stang motor dalam posisi terkunci, pelaku hanya butuh waktu kurang dari lima menit untuk beraksi.
“Baru lima menit masuk ke rumah, terdengar suara mesin motor menyala. Pas kakak saya lari keluar, motor sudah hilang dibawa kabur,” ujar Tiyas, Kamis 19 Februari 2026.
Pelaku yang diduga berjumlah dua orang itu sempat memancing perhatian dengan menggeber-geber knalpot motor sebelum melesat pergi. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp12 juta hingga Rp13 juta.
Krisis Kepercayaan pada Aparat
Menariknya, Tiyas secara tegas menyatakan enggan melaporkan pencurian tersebut ke Polsek Sidomulyo. Alasannya cukup menohok: ia skeptis laporannya akan ditindaklanjuti.
“Tidak kami laporkan ke pihak Kepolisian. Karena yang sudah lapor saja sampai sekarang belum ada yang terungkap atau ditangani secara jelas,” tegas Tiyas.
Sikap apatis ini bukan tanpa alasan. Menurut Tiyas, dalam sepekan terakhir, aksi serupa juga menimpa jemaah yang sedang melaksanakan salat Magrib di masjid Desa Budidaya. Meski korban saat itu sudah melapor resmi, hingga kini belum ada perkembangan berarti.
Tokoh Masyarakat Ikut Was-was
Kian beraninya para pelaku yang beraksi tanpa kenal tempat dan waktu membuat tokoh agama serta masyarakat setempat merasa terancam. Desa yang seharusnya menjadi tempat aman kini berubah menjadi area rawan bagi pemilik kendaraan.
Melalui kejadian ini, Tokoh masyarakat mengimbau warga lain untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri tanpa hanya bergantung pada pengamanan eksternal.
“Semoga ini jadi pelajaran. Jangan pernah menyepelekan hal sekecil apa pun, karena pelaku kejahatan bisa saja ada di sekitar kita. Kita harus lebih hati-hati terhadap orang asing yang mencurigakan,” Ujarnya. (red)