
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co– Kota Bandar Lampung mencatatkan angka penyebaran HIV tertinggi di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, tercatat sebanyak 119 kasus ditemukan di ibu kota provinsi tersebut, memicu alarm serius bagi otoritas kesehatan setempat.
Tingginya angka di Bandar Lampung disusul oleh Kabupaten Way Kanan dengan 101 kasus, Pringsewu 100 kasus, Tulang Bawang 93 kasus, dan Kota Metro 92 kasus. Sementara itu, sejumlah kabupaten lain di Lampung mencatatkan angka di kisaran 65 hingga 83 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengungkapkan bahwa status Bandar Lampung sebagai pusat ekonomi dan tujuan wisata menjadi tantangan besar. Mobilitas penduduk yang tinggi dan pergaulan tanpa kontrol memperbesar risiko penularan.
“Penularan umumnya terjadi melalui hubungan seksual berisiko dan penggunaan narkoba suntik. Sebagai ibu kota, kepadatan penduduk kita sangat tinggi, yang secara linier meningkatkan risiko jika tidak dibarengi perilaku sehat,” ujar Muhtadi, Kamis 19 Februari 2026.
Data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan pada kelompok usia produktif. Sekitar 64 persen dari total kasus ditemukan pada rentang usia 25–49 tahun.Salah satu kendala utama dalam penanganan HIV adalah sifat virus yang sering kali tidak menimbulkan gejala langsung. Banyak penyintas tetap beraktivitas normal tanpa menyadari sistem imun mereka sedang digerogoti, sehingga penanganan medis sering kali terlambat dilakukan.
Menyikapi kondisi ini, Dinkes Bandar Lampung mengklaim telah menggencarkan berbagai langkah strategis, di antaranya melalui puskesmas keliling dan penyuluhan langsung ke masyarakat.
Imbauan untuk tidak berganti-ganti pasangan dan menghindari penggunaan jarum suntik tidak steril. Dan mendorong masyarakat yang berisiko untuk melakukan tes kesehatan secara sukarela.
Data sebelnya pada akhir 2024, dilaporkan terdapat lebih dari 1.300 orang di Bandar Lampung yang menjalani pengobatan ARV (Antiretroviral), dengan ratusan kasus baru ditemukan per tahun.(Red)