
Jakarta, sinarlampung.co – Puisi “ Palestina dan lndonesia” ikut serta semarakkan acara Sapuhi Jakarta. Puisi ini dibacakan oleh penulisnya Arsiya Oganara di The BSI Tower, jalan Gatot Subroto Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Arsiya Oganara menyatakan, puisi ini mengingatkan kita bagaimana dukungan Palestina terhadap kemerdekaan lndonesia.
“Syekh Muhammad Amin al Husaini melalui radio Jerman berbahasa Arab menggemakan dukungan kemerdekaan lndonesia,” tegasnya.
Tak lupa, saudagar Palestina, Muhammad Ali Taher menyatakan kesediannya untuk mendedikasikan harta benda guna mendukung perjuangan lndonesia.
“lndonesia dan Palestina selalu bersama dari dulu hingga kini,” tutupnya.
Pada kesempatan ini, Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh & Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi menyampaikan maksud, tujuan, harapan, dan pesannya bagi anggota Sapuhi dengan adanya acara Seminar Seri ke-2 “Scale Up Knowledge Training Leadership ” mengusung tema “On Becoming Ultimate Leader”.
Ia menyatakan, maksud dan tujuan seminar ini untuk megetahui pola fikir dalam rangka menyelesaikan masalah.
Kita hidup berproses menyelesaikan masalah dari yang kecil maupun yang besar setelah mengetahui ilmunya walaupun secara alam bawah sadar.
“Pelatihan selama dua hari ini secara akademis telah membuka wawasan tentang bagaimana menyelesaikan masalah,” tambah pemilik Patuna Travel.
Ia berharap agar anggota Sapuhi semakin berkembang. Pelatihan ini tidak bisa satu kali, harus kontinyu dan konsisten karena pesoalanya memang kehidupan terus bergerak sehingga tidak ada kata stop kecuali mati, ujarnya.
Tak berhenti sampai disitu, ia menambahkan, seminar ini bisa memberi wawasan kepada para anggota walaupun tidak bisa datang semua. Kita isi di periode yang akan datang bagi mereka yang belum bisa hadir.
Semoga anggota yang tidak bisa jadir kecewa sehingga jika ada pelatihan lagi diharapkan hadir, imbuhnya.
“Saat ini pengurus sedang membuat jadwal bagaimana anggota semua bisa hadir”, tandasnya.
Memimpin Diri Sendiri Sebelum Memimpin Orang Lain
Pemateri seminar Coach Prasetya M. Brata menyampaikan banyak hal diantaranya tujuan hidup, menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk kreatif menciptakan solusi, dan lainnya.
“Pelatihan ini adalah tentang bagaimana memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain,” kata pria dengan sapaan akrab Coach Pras.
Ia melanjutkan, caranya adalah dengan memahami apa tujuan hidup, sumber daya yang dimiliki, memahami bagaimana manusia beroperasi, mengambil tanggungjawab dengan tetap merasa berharga apapun keadaannya.
Tak hanya itu, ia membeberkan, mampu mengelola emosi, menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk kreatif menciptakan solusi atas berbagai masalah yang dihadapinya. Beroperasi dengan cinta menggunakan metodologi tertentu mampu mengubah ide dan rencana menjadi tindakan nyata yang mengubah nasib kehidiupan.
“Semua ilmu akan berpengaruh besar kepada kehidupan hanya jika dipakai,” tegas pemilik Inti Makna.
Ia berharap, bekal selama 2 hari ini dapat dipakai seberapapun dengan istiqomah dan sungguh-sungguh sehingga manjadda wajada akan berhasil.
“Anggota SAPUHI naik kelas dalam pengertian yang nyata dan sebenar-benarnya naik kelas, bukan sebatas jargon. Pelatihan ini membuka harapan meningkatnya kapasitas, kapabilitas, dan kualitas penyelenggaraan umroh dan haji di masa depan,” ucapnya.
“Pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan usaha, terus mampu tumbuh, dan berkembang,” pungkasnya.
Puisi “Palestina dan Indonesia” Karya Esai Arsiya Oganara
Kala itu, enam September seribu sembilan ratus empat puluh empat. Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin al-Husaini.
Setahun sebelum Indonesia Merdeka, ketika Perang Dunia Kedua. Amin Al Husaini mengorbankan kebebasan dirinya dari bahaya imperialis Inggris dan Zionis.
Imperialis memaksakan kehendak, menghunjam kekuasaan di jantung Palestina, al-Quds kota suci.
Langit Jerman berseri takkala radio Belin berbahasa Arab menggemakan dukungan kemerdekaan Indonesia.
Dedaunan berguguran, suara lantang Amin al Husaini menggetarkan naluri kemerdekaan dunia. Keberanian menghangatkan suasana dingin saat suara kemerdekaan mengangkasa.
Amin al Husaini pertama dan utama menyuarakan dukungan kemerdekaan Indonesia pun ditengah ancaman keselamatan dirinya.
Tak lupa, saudagar kaya Palestina, Muhammad Ali Taher menyatakan kesediaannya tuk dedikasikan harta guna dukung perjuangan Indonesia.
Palestina dan Indonesia bersama sejak dahulu. Derita Palestina bukan duka agama. Perjuangan Palestina suara hati manusia, naluri moral dunia.
Delapan puluh tahun kemerdekaan, Indonesia tetap bersama Palestina. Tebar bantuan kemanusiaan darat dan udara.
Warna hijau payung-payung menghiasi langit Gaza bersama tujuh belas koma delapan ton bantuan itu. Empat puluh lima ton tahap pertama. Simbol angka bersejarah tujuh belas Agustus seribu sembilan ratus empat puluh lima.
Delapan ratus ton total bantuan Baznas cerminan hablumminannaas. Setitik bantuan akan terus mengalir layaknya hembusan nafas.
Setiap hembusan nafas akan menjadi semangat perlawanan dan perjuangan menuju kemerdekaan Palestina.
Tambah batuan seribu dus makanan instan Kementrian Pertahanan Rebublik Indonesia. Solidaritas Indonesia terhadap bangsa Palestina.
Warga negara Indonesia tak pernah lelah menyuarakan kemerdekaan Palestina. Aksi kemanusiaan mengguncang dunia.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza, sandang pangan, demonstrasi, dan diskusi digaungkan hingga kini.
Empati, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi mereka yang sedang berjuang di Gaza. Setiakawan rakyat Indonesia menghadirkan harapan baru bagi Palestina.
Persahabatan Palestina dan Indonesia, dulu, kini hingga akhir hayat nanti.
Palestina Merdeka!
Indonesia Jaya!
Bandar Lampung, 19 Agustus 2025
Diinformasikan, pelatihan ini berlangsung selama dua hari pada 9 – 10/2/2026. Peserta anggota Sapuhi yang hadir diantaranya dari Raykha Tours & Travel Jakarta. Juga hadir dari
Bandung, Jawa Tengah, Palembang, Pekanbaru, Medan, Kalimantan Selatan, Pangkalan Bun, dan Gorontalo. (Heny)