
Bandung, sinarlampung.co – Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di kaki Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, resmi dihentikan pada Jumat (6/2/2026). Penutupan operasi ini menandai berakhirnya masa tanggap darurat selama 14 hari sejak bencana maut menerjang pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026 lalu.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa keputusan penghentian ini mengikuti berakhirnya status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah daerah. Meskipun operasi skala besar berakhir, Basarnas akan tetap mengawal tahap transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Jika nantinya ditemukan indikasi baru atau informasi mengenai keberadaan korban yang masih hilang, Basarnas siap menindaklanjuti bersama tim DVI Polda Jabar,” tegas Ade Dian.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, total warga yang terdampak langsung mencapai 158 orang. Rincian kondisi terakhir korban Selamat 78 orang, meninggal dunia 56 jenazah (berhasil diidentifikasi tim DVI), dan hilang 26 orang.
Tiga wilayah yang terdampak parah dalam bencana ini meliputi Kampung Pasirkuning (RT 05/11), Kampung Pasirkuda (RT 01/10), dan Kampung Babakan Cibudah (RT 06/07) di Desa Pasirlangu.
Badan Geologi melalui laporan hasil pemeriksaan pada Selasa 3 Februari 2026 mengeluarkan peringatan keras terkait potensi longsor susulan yang masih tinggi. Poin rekomendasi utama meliputi, Warga di zona bahaya dengan kerusakan berat disarankan untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Untuk wilayah yang masih bisa ditempati, diperlukan penguatan lereng, pembangunan tanggul, serta sistem drainase yang ketat guna mencegah erosi dan banjir lumpur. Pembuatan sabo dan drainase diperlukan untuk mengendalikan aliran air tanah dan sungai agar tidak memicu longsor baru. Terakhir penanaman vegetasi berakar kuat di lereng rawan untuk meningkatkan daya ikat tanah.
Mengingat ancaman longsoran susulan, otoritas setempat mengimbau warga untuk menjauh dan tidak beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di lereng atas Gunung Burangrang. Tim gabungan juga menyarankan pemasangan rambu rawan longsor serta pembuatan jalur evakuasi permanen menuju titik aman bagi warga Desa Pasirlangu. (Red)