
LAMPUNG TIMUR, sinarlampung.co-Aksi pencurian komponen kabel pada gardu trafo (transformator) milik PLN semakin menggila di wilayah Kabupaten Lampung Timur. Aksi kriminal ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membuat warga resah akibat pemadaman listrik yang mendadak dan berkepanjangan.
Dalam sepekan terakhir saja, tercatat setidaknya ada tiga titik gardu trafo PLN di wilayah Lampung Timur yang menjadi sasaran empuk kawanan pencuri. Modus operandi pelaku tergolong nekat dan sangat rapi, menyasar kabel-kabel tembaga (NYY) yang terpasang di gardu distribusi.
Akibat pencurian ini, pasokan listrik ke rumah-rumah warga terputus total hingga berjam-jam, menunggu petugas PLN melakukan perbaikan dan penggantian material yang hilang.
“Kami heran, tiba-tiba mati lampu. Dikiranya ada gangguan atau pemadaman bergilir, ternyata pas dicek petugas PLN, kabel di gardunya sudah ludes dipotong maling,” keluh Wawan, salah satu warga yang terdampak, Muara Gading Mas, Minggu 18 Januari 2026.
Maraknya pencurian ini memunculkan dugaan kuat bahwa para pelaku bukanlah maling sembarangan. Warga dan petugas di lapangan mensinyalir aksi ini melibatkan oknum profesional, mantan petugas, atau setidaknya orang yang memiliki keahlian khusus di bidang kelistrikan (instalatir).
Kecurigaan ini berdasar karena gardu trafo memiliki tegangan listrik yang sangat tinggi dan mematikan. Orang awam dipastikan tidak akan berani, bahkan tidak tahu cara memutus kabel tersebut tanpa tersengat aliran listrik (kesetrum).
“Ini pasti pemain lama atau orang yang paham betul seluk-beluk gardu. Mereka tahu mana kabel yang harus dipotong duluan, tahu cara mem-bypass atau mematikan arus sementara. Kalau maling besi biasa, pasti sudah gosong kesetrum,” ujar sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya.
Tergiur Harga Tembaga
Motif utama di balik aksi nekat ini disinyalir karena tingginya harga jual tembaga di pasaran gelap maupun pengepul barang rongsok.
Saat ini, harga tembaga kupas dikabarkan melambung tinggi, mencapai kisaran Rp250.000 per kilogram. Dalam satu unit gardu trafo, terdapat komponen kabel jenis NYY yang memiliki kandungan tembaga cukup banyak dan tebal, sehingga nilai ekonomisnya sangat menggiurkan bagi para pelaku kejahatan.
Tidak hanya warga, petugas PLN di Lampung Timur pun dibuat pusing dan kewalahan dengan rentetan kejadian ini. Selain harus menanggung kerugian material aset perusahaan, mereka juga harus bekerja ekstra keras siang malam untuk memulihkan pasokan listrik agar tidak diprotes pelanggan.
Warga mendesak aparat kepolisian, khususnya Polres Lampung Timur, untuk segera membentuk tim khusus guna memburu sindikat ini. Jika dibiarkan, dikhawatirkan aksi ini akan semakin meluas dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Polisi harus usut tuntas, cek juga ke lapak-lapak rongsokan. Kalau ada yang jual kabel tembaga jenis gardu PLN dalam jumlah banyak, itu patut dicurigai penadahnya. Jangan sampai Lampung Timur jadi surga maling kabel,” tegas tokoh pemuda setempat. (Edo/Red)