
Pesawaran, sinarlampung.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkap alasan kuat mengapa penduduk Provinsi Lampung hingga kini didominasi masyarakat Jawa. Penjelasan itu ia sampaikan dalam momen sarasehan bersama warga Jawa Tengah yang bermukim di Lampung, di Balai Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurut Ahmad Luthfi, dominasi masyarakat Jawa di Lampung tidak terjadi secara instan, melainkan berakar dari proses sejarah panjang sejak masa kolonisasi hingga program transmigrasi yang berlangsung setelah kemerdekaan.
“Jumlah penduduk Provinsi Lampung hampir sembilan juta jiwa, dan sekitar 60 persennya merupakan masyarakat Jawa, khususnya dari Jawa Tengah. Ini menunjukkan adanya ikatan historis yang sangat kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, arus perpindahan masyarakat Jawa ke Lampung telah berlangsung jauh sebelum Indonesia merdeka dan berlanjut secara masif pada era transmigrasi 1970-an. Dalam perjalanannya, para perantau tersebut tidak hanya menetap, tetapi juga membangun desa, ekonomi, serta tatanan sosial yang menyatu dengan Lampung.
“Mereka sudah tidak memiliki komitmen untuk kembali ke daerah asal, karena telah membangun desa, ekonomi, dan kehidupan di Provinsi Lampung. Ini adalah kebanggaan kita bersama dan wujud nyata kebinekaan Indonesia yang harus terus kita rawat,” katanya.
Ahmad Luthfi menegaskan, keberadaan masyarakat Jawa di Lampung telah menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah pembangunan daerah. Ia pun berpesan agar nilai-nilai kearifan lokal tetap dijaga di tengah keberagaman.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya yakin masyarakat Jawa di Lampung sangat adaptif, kompetitif, dan mampu hidup rukun dengan seluruh suku,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur Jawa Tengah di Lampung bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari penguatan kerja sama konkret antardaerah.
“Kehadiran Bapak Gubernur Jawa Tengah di Provinsi Lampung merupakan kehormatan bagi kami. Ini bukan hanya kunjungan biasa, tetapi bagian dari misi dagang dan kerja sama yang nyata antara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung,” ujar Wagub Jihan.
Ia mengungkapkan, sehari sebelumnya kedua provinsi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama antarpemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah, termasuk di sektor pariwisata dan sektor strategis lainnya, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp830 miliar.
“Ini merupakan stimulus pembangunan yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah dan diharapkan dapat berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Wagub Jihan juga menyoroti peran masyarakat Jawa, khususnya asal Jawa Tengah, yang sejak lama menjadi bagian penting dalam proses pembangunan di Provinsi Lampung.
“Sejak masa kolonisasi hingga program transmigrasi pascakemerdekaan, masyarakat Jawa bukan hanya menjadi penonton sejarah, tetapi motor pembangunan peradaban di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Sarasehan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga perantau dan keturunan Jawa Tengah yang menetap di Desa Bagelen dan wilayah sekitarnya. (Red/Adpim)