
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Proyek pembangunan jembatan penghubung di Dusun Way Galih, Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, menjadi perhatian warga setelah tembok penahan tanah (TPT) di sekitar jembatan tersebut mengalami retak dan longsor. Kondisi ini menjadi perhatian lantaran proyek tersebut belum genap satu bulan rampung dan belum diresmikan.
Pantauan di lokasi pada Selasa, 6 Januari 2026, menunjukkan retakan pada bagian pondasi jembatan disertai longsoran tanah di sisi TPT. Dampak kerusakan tidak hanya terjadi pada tembok penahan tanah, tetapi juga menjalar ke jalan rabat beton penghubung yang tampak amblas dan membentuk rongga di bagian bawahnya.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu akses warga yang selama ini mengandalkan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Di beberapa titik, terlihat batu sabes di bawah rabat beton ikut longsor, diduga akibat kondisi tanah yang tidak stabil.
Sejumlah warga menduga kerusakan dipicu kurang maksimalnya proses pemadatan tanah saat pengerjaan proyek. Dugaan tersebut muncul karena longsor terjadi dalam waktu singkat setelah proyek dinyatakan selesai dikerjakan.
Proyek jembatan Way Galih diketahui dikerjakan oleh CV Grup Makmur Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp2.996.223.865, bersumber dari APBD melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Tahun Anggaran 2025.
Saat awak media berada di lokasi, sejumlah pekerja terlihat melakukan perbaikan pada tembok penahan tanah. Meski perbaikan tengah berlangsung, kerusakan pada pondasi dan rongga di bawah jalan rabat beton masih tampak jelas.
Dikonfirmasi terpisah, pemilik CV Grup Makmur Abadi membenarkan adanya kerusakan pada TPT tersebut. Ia menyatakan pihaknya telah melakukan perbaikan dan memastikan seluruh kerusakan akan ditangani.
“Setiap kerusakan pasti kami perbaiki. Longsor terjadi akibat hujan deras dan luapan air dari Kali Katibung yang saat itu debitnya cukup besar dan naik hampir ke atas,” ujarnya.
Namun demikian, kekhawatiran tetap dirasakan warga. Salah seorang warga setempat mengaku kecewa karena kerusakan terjadi tak lama setelah pembangunan selesai.
“Baru selesai dibangun sudah longsor. Kami khawatir, bagaimana jembatan ini bisa bertahan lama,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan jalan penghubung tersebut, guna memastikan keamanan dan kelayakan konstruksi sebelum jembatan benar-benar digunakan secara penuh oleh masyarakat. (Red)