
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Sauki (42), juru Parkir korban dugaan pengeroyokan depan Apotik Enggal di Jalan Raden Intan, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, mempertanyakan keseriusan Polresta Bandar Lampung dalam menangani laporan yang telah ia buat sejak November 2025 lalu.
Kasus pengeroyokan yang terjadi di depan Apotek Enggal tersebut dinilai Sauki berjalan di tempat. Padahal, menurutnya, perkara itu sudah resmi naik ke tahap penyidikan dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah diterbitkan.
“Meski sudah naik ke penyidikan dan SPDP juga sudah terbit, sampai sekarang belum ada kepastian hukum bagi saya sebagai korban,” ujar Sauki kepada awak media, Rabu, 31 Desember 2025.
Ia mengaku kecewa karena hingga kini belum terlihat perkembangan signifikan. Sejumlah saksi memang telah diperiksa oleh penyidik, namun belum ada penetapan tersangka maupun tindakan tegas terhadap para pelaku.
Peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut terjadi pada 28 November 2025 di area parkir Apotek Enggal, Kecamatan Enggal. Saat itu, Sauki tengah menjalankan pekerjaannya sebagai juru parkir.
“Tiba-tiba datang tiga orang dan langsung memukuli saya tanpa sebab. Saya sampai terjatuh dan mengalami luka cukup parah,” ungkapnya.
Lebih memprihatinkan, Sauki menyebut ketiga terduga pelaku hingga kini masih bebas berkeliaran dan bahkan kerap mendatangi lokasi tempatnya bekerja.
“Mereka masih sering datang ke area parkiran Apotek Enggal. Saya merasa terancam dan tidak mendapatkan perlindungan hukum,” katanya.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung dengan Nomor Laporan Polisi: LP/B/1781/XI/2025/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung, tertanggal 27 November 2025.
Sauki berharap pihak kepolisian segera bertindak tegas dengan melakukan penangkapan terhadap para pelaku.
“Saya hanya ingin keadilan. Harapan besar saya, pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,”katanya.
Belum ada penjelasan resmi dari Polresta Bandar Lampung terkait kasus tersebut. Seorang perwira di Polresta Bandar Lampung menyebut kasus tersebut sedang dalam penyidikan. “Kasusnya ditangani Sat Reskrim masih penyeikan,” Katanya. (Red)