
Tanggamus, sinarlampung.co-Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video amatir yang memperlihatkan aksi perkelahian dua orang siswi di dalam ruang kelas SMP Muhammadiyah Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Insiden yang terjadi pada Sabtu 20 Desember 2025 tersebut kini telah diselesaikan melalui jalur mediasi.
Informasi di Tanggamus menyebutkan perkelahian tersebut melibatkan dua siswi berinisial S (kelas 8) dan R (kelas 9). Ironisnya, duel terjadi di lingkungan sekolah tepat menjelang momen pembagian rapor. Dalam video yang viral, tampak kedua siswi saling jambak, adu jotos, hingga terbanting ke lantai, sementara sejumlah rekan mereka hanya menonton di lokasi kejadian.
Kepala SMP Muhammadiyah Wonosobo, Subardi, membenarkan adanya insiden memprihatinkan tersebut. Menindaklanjuti hal itu, pihak sekolah segera memanggil orang tua kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Proses perdamaian dilaksanakan secara resmi dengan disaksikan oleh Kapolsek Wonosobo, Kanit PPA Polres Tanggamus, Kepala P2TP2A Kabupaten Tanggamus, dan pengawas Diknas Kecamatan Wonosobo. “Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak telah sepakat berdamai di hadapan pihak kepolisian dan instansi terkait,” ujar Subardi, Selasa 23 Desember 2025.
Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tanggamus, Eka Darmawan, sangat menyayangkan kejadian ini, terlebih hingga videonya tersebar luas. Ia mencatat bahwa insiden ini merupakan kasus perkelahian pelajar kedua yang mencuat di Tanggamus sepanjang tahun 2025.
Kanit PPA Polres Tanggamus, Aipda Rangga Ariyanto, menjelaskan bahwa pemicu perkelahian adalah kesalahpahaman antarsiswa. Ia juga mengimbau agar peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak lebih ditingkatkan.
“Kami berharap orang tua lebih ketat dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama dalam penggunaan media sosial dan pergaulan di sekolah, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Aipda Rangga. (Red)