
Lampung Timur, sinarlampung.co – Seorang ibu rumah tangga warga Dusun Beringin Pasir RT 01 RW 01, Desa Labuhan Ratu Lima, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur bernama Betry Novalita (36) menjadi korban penganiayaan di rumahnya pada Minggu malam, 14 Desember 2025 sekitar pukul 21.00 WIB.
Atas peristiwa yang dialaminya tersebut, Betry didampingi keluarganya mendatangi Polres Lampung Timur untuk membuat laporan.
Dikutip dari Radar24 co.id edisi, 15 Desember 2025, peristiwa penganiayaan yang dialami Betry bermula pada saat dirinya sedang menyiapkan susu untuk anaknya yang masih balita. Saat korban keluar rumah untuk mengambil air, Betry bertemu dengan Toni, Kepala Desa Labuhan Ratu Lima yang mengatakan ada keperluan dengan suaminya.
Tak lama berselang, Neneng, istri Toni datang bersama keluarga kepala desa ke kediaman korban. Betry mengaku, Istri Kepala Desa Labuhan Ratu Lima tersebut langsung marah-marah kepada dieinya tanpa alasan jelas dan menyiram Berty dengan air cabai yang dibawa dalam botol air mineral ukuran 600 ml.
Pelaku juga diduga menjambak rambut korban, meski berhasil ditahan oleh Berty. Tidak terima atas perlakuan tersebut, Betry beserta keluarganya langsung melaporkan Neneng ke Polres Lampung Timur. Laporan korban teregister dengan nomor: LP/B/431/XII/2025/SPKT/Polres Lampung Timur/Polda Lampung.
“Saya sedang membuat susu untuk anak saya yang masih balita. Saat keluar rumah ambil air, sudah ada Pak Kades Toni. Saya tanya ada apa, beliau bilang ada perlu dengan suami saya. Tak lama kemudian Neneng dan keluarga Pak Kades datang, langsung marah-marah tanpa jelas masalahnya apa, lalu menyiram saya dengan air cabai dari botol Aqua 600 ml. Neneng juga jambak rambut saya, tapi saya tahan. Kami keluarga merasa sangat tidak terima dan langsung lapor ke polisi.” Ujar Betry Usai membuat Laporan Polisi. Senin, 15/12/2025 di Mapolres Lampung Timur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepala desa atau Polres Lampung Timur terkait laporan tersebut. Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut. (Afandi)