
LAMPUNG TENGAH, sinarlampung.co-Sejumlah warga bersama gabungan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lampung Tengah menggelar aksi unik dengan menyembelih kambing di halaman gerbang Komplek Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung Tengah pada Jumat, 12 Desember 2025.
Aksi ini dilakukan sepekan setelah Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya beserta kroni-kroninya, ditangkap oleh KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). Penyembelihan kambing tersebut dimaksudkan sebagai simbol rasa syukur dan dukungan penuh masyarakat terhadap kinerja Komisi Anti Rasuah.
Simbol Tolak Balak dan Runtuhnya Kedzaliman
Ketua Jaringan Penggiat Korupsi (JPK) Lampung Tengah, Nurwenda Ratu (alias Uncu Weda), yang juga dikenal sebagai penggiat media sosial, menyatakan bahwa aksi ini memiliki makna ganda.
“Penyembelihan kambing ini sebagai simbol tolak balak serta runtuhnya kedzaliman pemimpin di Lampung Tengah,” kata Uncu Weda. “Ini adalah bentuk rasa syukur kita, agar hal serupa tidak terjadi lagi.”
Aksi ini juga menegaskan dukungan kuat masyarakat kepada KPK dalam memberantas segala bentuk KKN di Kabupaten yang berjuluk Beguwai Jejamo Wawai ini.
“Kami atas nama masyarakat Lamteng, sangat mendukung atas penegakan hukum yang telah dilakukan pihak KPK terhadap Bupati dan kroni-kroninya dalam OTT beberapa hari lalu,” tambah Uncu.
Harapan Perubahan dan Birokrasi Bersih
Raston, perwakilan masyarakat lainnya, mengungkapkan bahwa tindakan ini melambangkan kelegaan kolektif masyarakat setelah menghadapi dugaan praktik korupsi dan pemerintahan yang dianggap kurang baik selama ini.
“Tentunya pasca OTT ini, masyarakat berharap ada perubahan, atau merefleksikan harapan masyarakat akan adanya perbaikan dan pemerintahan yang lebih bersih di masa mendatang,” ujar Raston.
Masyarakat berharap, OTT terhadap Bupati dan kroni-kroninya ini dapat menjadi momentum krisis kepercayaan publik yang mendorong Pemda untuk merombak total sistem birokrasi yang korup. Menutup semua celah korupsi. Dan membangun budaya integritas yang kuat dari atas sampai ke bawah.
Wakil Bupati Diharapkan Fokus Akuntabilitas
Menanggapi situasi ini, JPK Lampung Tengah juga mendesak agar Wakil Bupati, sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati selanjutnya, fokus pada beberapa hal yaitu akuntabilitas kerja. Pemulihan kepercayaan rakyat. Evaluasi kerja untuk mencegah korupsi sistemik kembali terulang.
Aksi penyembelihan kambing—yang sering disebut sebagai bentuk “Syukuran” atau “Sedekah” di kalangan masyarakat lokal—merupakan cara unik masyarakat mengekspresikan perasaan mereka secara kolektif terhadap peristiwa besar yang berdampak luas pada wilayah mereka.
Hal serupa pernah terjadi di Lampung Utara, di mana masyarakat merespons OTT KPK terhadap Bupati Agung Ilmu Mangkunegara pada Oktober 2019 dengan menyembelih kambing di halaman Pemkab Lampura. (Red)