
Baturaja, sinarlampung.co-Aksi unjuk rasa masyarakat dan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali menjadi sorotan. Sebuah rekaman video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan fisik oleh seorang oknum anggota DPRD OKU berinisial AF terhadap salah satu pengunjuk rasa.
Dalam video berdurasi 30 dan 50 detik yang beredar luas sejak Senin 1 Desember 2025 tersebut, AF tampak melakukan kekerasan fisik terhadap seorang warga yang berunjuk rasa. Oknum anggota dewan tersebut terlihat menjambak rambut dan menarik tubuh warga yang sebelumnya telah diamankan oleh aparat.
Peristiwa dugaan kekerasan itu terjadi di area depan ruang gedung DPRD, tepatnya di bawah tangga kantor dewan, saat aparat tengah membawa seorang warga yang diduga sebagai provokator masuk ke dalam gedung. Aksi itu terjadi di tengah unjuk rasa yang dikabarkan menuntut isu tertentu (misalnya, terkait kebijakan daerah atau dugaan korupsi).
Aksi anggota dewan tersebut sontak menjadi perhatian peserta unjuk rasa dan awak media. Tindakan kekerasan oleh oknum anggota dewan tersebut dianggap tidak pantas dilakukan di ruang publik, terutama saat aparat berwenang sudah mengendalikan situasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRD Kabupaten OKU maupun aparat kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya video dugaan kekerasan tersebut dan identitas AF.
Meskipun demikian, aksi kekerasan di ruang publik, apalagi yang melibatkan pejabat publik, berpotensi diproses secara pidana jika korban melaporkan dugaan penganiayaan atau kekerasan yang terekam dalam video tersebut ke pihak kepolisian.
Upaya konfirmasi kepada Ketua DPRD Kabupaten OKU dan Kapolres OKU masih terus dilakukan untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait dugaan tindakan tidak terpuji oleh oknum anggota dewan ini. (Red)