
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan mark-up dalam belanja paket internet yang nilai kontraknya disebut jauh di atas harga E-Katalog.
Diduga Mark-up, Harga Paket Internet Kominfo Tubaba Jauh di Atas Harga E-Katalog
Menurut Kominfo Tubaba, perbedaan angka dalam kontrak terjadi karena pemberitaan sebelumnya salah menghitung jumlah titik (lokasi) layanan yang diadakan.
Sekretaris Dinas Kominfo Tubaba, Aidil A. Pattikraton, selaku PPID Pembantu, menjelaskan bahwa nilai total kontrak sebesar Rp 681.600.000,- dengan PT Indonesia Comnet Plus dilakukan melalui mekanisme e-purchasing. Nilai ini terbagi untuk dua jenis layanan selama 12 bulan, yaitu:
Layanan Domestic FO 200 Mbps Internet SME (Rp 501.600.000,-):
Angka ini diperuntukkan bagi akses internet di 22 titik (bukan hanya 1 titik) selama periode berlangganan 12 bulan.
Layanan Domestic FO 100 Mbps Internet SME (Rp 180.000.000,-):
Angka ini dialokasikan untuk akses internet di 12 titik (bukan hanya 1 titik) selama periode berlangganan 12 bulan.
Dengan klarifikasi ini, Kominfo Tubaba menegaskan bahwa kesimpulan adanya potensi selisih harga mencapai lebih dari Rp520 juta yang didasarkan pada perhitungan hanya 1 titik layanan tidak akurat dan tidak sesuai dengan fakta pelaksanaan kontrak di lapangan.
Belanja Zoom dan Internet Jelajah Adalah Dua Paket Berbeda
Aidil juga meluruskan kejanggalan yang diberitakan terkait belanja paket data dan langganan aplikasi Zoom, yang disebut realisasi paket dan nilainya tidak sinkron dengan rencana pengadaan (SIRUP).
Aidil A. Pattikraton, menyebut telah terjadi pencampuran dua paket belanja yang berbeda dalam pemberitaan tersebut.
Aidil menjelaskan bahwa dua belanja yang disorot memiliki alokasi anggaran dan peruntukan yang terpisah di dalam DPA APBD Tahun Anggaran 2025 yaitu:
1. Belanja Langganan Aplikasi Zoom:
Alokasi ada pada paket Belanja Sewa Aset Tidak Berwujud-Lisensi dan Franchise dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 3.600.000,- untuk langganan 1 tahun.
2. Belanja Internet Jelajah (Roaming):
Alokasi untuk jasa akses internet tipe jelajah (roaming) berbasis satelit (dengan penyedia PT Arase Teknologi Indonesia) dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 24.000.000,- untuk langganan 1 tahun.
”Penayangan pada SIRUP sudah sesuai dengan perencanaan program dan kegiatan dinas. Proses belanja juga dilakukan sesuai dengan mekanisme ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Aidil.
Dengan demikian, pernyataan bahwa nilai Rp24 juta adalah untuk satu paket langganan Zoom dan disebut tidak wajar, dinilai tidak akurat karena anggaran tersebut sejatinya diperuntukkan bagi jasa akses internet tipe jelajah. (Red)