
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Proyek tambal sulam poros jalan Merak Batin-Kalisari Lampung Selatan, berubah ancaman bagi pengguna jalan. Lubang galian dibiarkan terbuka sejak 27 Oktober 2025 tanpa rambu pengaman, memicu kecelakaan dan keluhan warga.
“Lubang yang sudah digali harus segera ditutup atau diaspal, bukan dibiarkan lama seperti ini,” kata Raysa, salah satu pengendara yang nyaris celaka.
Proyek yang dikerjakan CV. Daenk Kobum Kontruksi dengan pengawasan Anugerah Perdana Konsultan itu semestinya memperbaiki jalan rusak. Namun, galian yang dibiarkan berhari-hari tanpa penerangan dan rambu justru memakan korban.
Ida, warga sekitar, mengaku anaknya sudah dua kali terjatuh saat melintas. Ia kesal karena pekerjaan hanya mengupas aspal, lalu berhenti begitu saja. “Jika belum bisa diaspal kembali, tolong beri rambu-rambu atau timbun lubang yang cukup dalam itu agar tidak ada lagi korban kecelakaan,” keluhnya.
Pada 6 November 2025, lubang-lubang dipenuhi genangan air, material batu berserakan, dan tidak ada satu pun pekerja yang terlihat. Bahkan, papan proyek tidak ditemukan, padahal kegiatan ini menggunakan anggaran APBD 2025.
Saat ditanya, salah satu pekerja mengakui pengerjaan terhenti karena material belum tersedia. “Masih menunggu bahan materialnya, Mas, belum disediakan jadi belum dikerjakan,” ujarnya singkat.
Warga mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dan konsultan pengawas dalam menjaga keselamatan pengguna jalan. Mereka menuntut dinas terkait memberikan teguran keras kepada kontraktor yang dinilai abai.
Jalan itu merupakan akses utama mobilitas warga. Semakin lama dibiarkan, risiko kecelakaan semakin besar, terutama saat hujan dan malam hari. Niat memperbaiki jalan malah berubah menjadi ancaman. (*)