
Lampung Utara, sinarlampung.co-Dinas Pendidikan Provinsi Lampung terus menggiatkan program penguatan literasi di seluruh sekolah SMA, SMK, SLB, di Provinsi Lampung. Karena literasi menjadi penting sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat terutama masyarakat pendidikan, yang harus berkolaborasi dengan pendidikan Karakter.
“Kita harus sadar bahwa Literasi menjadi penting, kita harus secara aktif mendorong penguatan literasi di lembaga pendidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Karena itu di tingkat sekolah, program literasi digital mulai diterapkan sebagai langkah preventif dalam menghadapi maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di kalangan pelajar,” kata Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Joni Efendi ST, MT, mewakili Kepala Dinas, saat membuka Bintek Literasi Digital, Cabdin 5, Kabupaten Lampung Utara dan Way Kanan, di SMA Negeri 2 Bukit Kemuning, Kamis 24 Oktober 2025.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kritis siswa dalam memilah informasi serta memahami etika bermedia di era digital. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas menulis tangan di atas kertas terbukti meningkatkan literasi dasar siswa secara signifikan.”Gerakan literasi di sekolah membantu menumbuhkan kesadaran bahwa kegiatan membaca, menulis, dan berdiskusi adalah hal penting untuk dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, Perpustakaan harus memainkan peran sentral dengan menyatukan langkah untuk menata ekosistem literasi. Sejalan dengan perkembangan teknologi, literasi digital menjadi salah satu prioritas. Untuk memastikan masyarakat sekolah, khususnya para murid, dapat menggunakan teknologi secara positif dan terhindar dari dampak negatif seperti kecanduan digital dan hoaks. “Bagi para guru yang siap bertranformasi, silahkan mundur,” katanya.
Selain itu, harus pula memperkuat pendidikan karakter yang sudah menjadi gerakan pendidikan secara nasional. “Kita harus membentuk generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Program ini juga untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga, serta melibatkan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pendidikan karakter, setidaknya ada lima nilai utama yang perlu ditanamkan, yaitu religius agar murid mencerminkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan mewujudkannya melalui sikap toleransi, mencintai lingkungan, dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
Kemudian nasionalis, untuk menunjukkan kecintaan pada tanah air, semangat kebangsaan, dan rela berkorban untuk negara. Nilai ini diimplementasikan melalui sikap disiplin, patriotisme, serta menghargai perbedaan budaya dan bahasa.
“Kita harus mengembangkan sikap tidak bergantung pada orang lain dan menggunakan tenaga, pikiran, serta waktu untuk mencapai target yang diinginkan. Contohnya, kreatif, berani, dan pekerja keras. Lalu semangat gotong royong agar mencerminkan kerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan suatu masalah. Ini diwujudkan melalui sikap peduli, sukarela, dan musyawarah,” tegasnya.
Selain itu, Integritas, keteladanan, ini penting, bahwa Guru dan staf sekolah menjadi contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, disiplin, dan etika. Sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan yang konsisten untuk membentuk kebiasaan baik, seperti berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, membaca buku, atau shalat berjamaah, dan yang lain,” ucapnya.
Terakhir tak kalah penting, tentunya komunikasi efektif. “Pembentukan pribadi unggul untuk menghasilkan individu yang memiliki integritas, religius, dan nasionalis, sehingga siap menghadapi tantangan masa depan. Sekolah harus melahirkan siswa yang disiplin dan tanggung jawab. Menciptakan generasi muda yang profesional, produktif, dan mampu bersaing dalam dunia kerja yang kompetitif, hingga perguruan tinggi,” tutupnya. (Red)